JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Aktifkan Instalasi Biogas, Mahasiswa KKN 103 UNS Ajak Warga Desa Pandeyan Manfaatkan Sumber Energi Ramah Lingkungan

Keterangan foto: Narasumber tengah menjelaskan seputar manfaat dan teknis penggunakan instalasi biogas sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan dan berkelanjutan di depan para petani ternak di Desa Pandeyan. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh mahasiswa KKN kelompok 103 UNS Surakarta | Foto: Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Ketergantungan manusia terhadap penggunaan bahan bakar menyebabkan cadangan sumber energi kian menurun.

Penggunaan bahan bakar yang meningkat dan sifat ketergantungan itu diyakini, cepat atau lambat akan memunculkan dampak buruk bagi lingkungan.

Kondisi tersebut membuat banyak kalangan tersadar bahwa ketergantungan tersebut perlu segera dikurangi. Salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan tersebut adalah dengan penggunaan bahan bakar alternatif yang murah dan mudah didapatkan, yakni biogas.

Sebagaimana diketahui, biogas merupakan gas alami yang dihasilkan dari proses fermentasi limbah organik seperti sampah, sisa makanan dan kotoran hewan.

Untuk itulah, di bawah pendampingan dosen pembimbing lapangan (DPL), Dr. Ayu Intan Sari, S.Pt., M.Sc, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) kelompok 103 Fakultas Peternakan UNS mencoba menggerakkan masyarakat Dusun Suruh Kalong, Desa Pandeyan, Kecamatan Tasikmadu, Karanganyar memanfaatkan biogas alami sebagai sumber energi.

Ketua KKN Kelompok 103 UNS, Rafid Haris Kurniawan menjelasan, informasi yang berhasil dikumpulkan oleh timnya menyebutkan, daerah tersebut memiliki Kelompok Tani Ternak (KTT) yang aktif.

Dijelaskan, warga yang tergabung dalam KTT Pandeyan memelihara kurang lebih 70 ekor sapi potong dan ditempatkan menjadi satu di kandang komunal milik kelompok.

Menurut hitung-hitungan, jika satu ekor sapi mampu menghasilkan 15-20 kg feses basah setiap hari, maka akan dihasilkan 1.050-1.400 Kg feses sapi dalam satu harinya.

Baca Juga :  Seminar Pendampingan Anak, SD Marsudirini Surakarta Hadirkan Konsultan Psikologi Gus Minging

Jumlah tersebut, tentu saja bisa  menjadi potensi bagi Desa Pandeyan untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi energi biogas.

Salah satu anggota KTT Subur Lestari, Budi menjelaskan, sebenarnya pada tahun 2016 lalu KTT Subur Lestari pernah menerima bantuan berupa instalasi biogas dari tim Riset Grup Sustainable Livestock Business and Production (RG SLBP), Peternakan UNS.

Dengan adanya instalasi biogas tersebut, masyarakat yang tinggal di sekitar kandang KTT Subur Lestari dapat memanfaatkan kotoran ternak sebagai energi alternatif pengganti gas LPG.

Namun, setelah tiga tahun berjalan, tepatnya di tahun 2019, pemanfaatan kotoran ternak sebagai biogas terhenti karena terjadi pandemi Covid-19 yang membuat seluruh aktivitas terhambat termasuk kegiatan pemeliharaan dan perawatan ternak.

“Akibat pandemi Covid-19, instalasi biogas jadi tidak terawat dan tidak lagi dioperasikan oleh warga,” ujar  Budi.

Menghidupkan Kembali

Bertolak dari kondisi tersebut, melalui kolaborasi dengan RG SLBP FAPET UNS, mahasiswa KKN 103 UNS membuat program kerja untuk mengaktifkan kembali instalasi biogas yang terbengkalai itu.

Rangkaian jadwal kegiatan untuk mengaktifkan kembali instalasi biogas telah disusun, diawali dengan pemberian motivasi pada peternak akan manfaat energi biogas kotoran ternak serta perawatan instalasi, melalui kegiatan penyuluhan.

Kegiatan tersebut diadakan pada   tanggal 20 Juli 2023, yang dihadiri oleh seluruh anggota KTT Subur Lestari. Hadir pula Kepala Dusun Suruh Kalong, narasumber, tim dosen RG SLBP dan mahasiswa KKN 103.

Baca Juga :  Mengkaji Cara Berpikir Filsafat Menuju Belajar Menyenangkan Lewat Ruang Ketiga Pendidikan

Para hadirin berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Hal itu dibuktikan dengan antusiasme anggota KTT  untuk bertanya, menjawab dan memaparkan permasalahan atau keluhan-keluhan mereka.

Secara umum, seluruh anggota KTT memiliki komitmen yang sama untuk berusaha mengaktifkan kembali instalasi biogas tersebut.

Tidak berhenti sampai di sini, mahasiswa KKN 103 UNS juga terus membersamai anggota KTT dari pencarian permasalahan, membetulkan instalasi biogas, perawatan, serta pengisian digester.

Berkat kegigihan seluruh anggota KTT, Mahasiswa KKN 103 UNS dan tim RG, instalasi biogas yang sudah terbengkalai sejak empat tahun lalu akhirnya dapat digunakan kembali sebagai sumber energi.

Tentunya aktivasi biogas itu harus diimbangi dengan perawatan dan pengisian bahan baku kotoran ternak secara rutin. Dengan adanya biogas kotoran ternak, maka selain tersedia sumber energi alternatif juga tercipta sistem peternakan tanpa limbah (zero waste).

Untuk diketahui, tim KKN 103 UNS terdiri dari 10 personel yang masing-masing adalah Rafid Haris Kurniawan (Ketua), Ine Febriantama, Khali Kharismawati, Isna Nuraini, Triyan Prastiwi, Taufik Zulkarnain, M. Irfan Robbani, Lucky Farhan Prastiko, Muhammad Risqi Arif dan Darrell Syandanareza. [Redaksi]

 

 

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com