JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Keren, Mampu Ciptakan EWS Puting Beliung, Dunia Terperanjat

Tangkapan layar salah satu video penampakan angin puting beliung di atas WGM Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hingga saat ini belum ada sistem peringatan dini alias early warning system alias EWS puting beliung di dunia.

Sehingga sangat terbuka peluang untuk menciptakan EWS puting beliung tersebut. Jika hal itu dapat terjadi dipastikan dunia terperanjat.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jateng Wahyudi Fajar mengungkapkan soal belum adanya EWS puting beliung itu ketika menghadiri sarasehan bersama relawan Wonogiri di Waduk Gajah Mungkur Wonogiri, Sabtu (11/11/2023).

Menurut Wahyudi Fajar, belum ada EWS puting beliung di dunia. Negara maju seperti Jepang dan Amerika juga belum memiliki EWS untuk bencana itu.

”Kalau EWS banjir, tanah longsor dan tsunami kita sudah ada,” ungkap Wahyudi Fajar.

Baca Juga :  Komunitas Belajar MGMP IPA Subrayon 01 Wonogiri Gelar KKG Berbagi Praktik Baik, Pemanfaatan Media Pembelajaran Digital dalam Kurikulum Merdeka

Lantaran itu dia merespon pernyataan Bupati Wonogiri Joko Sutopo alias Bupati Wonogiri yang menyebutkan relawan dipersilakan menuangkan ide dengan membuat aneka teknologi tepat guna yang bermanfaat.

“Jika ada relawan yang mampu membuat EWS puting beliung, wah bagus sekali itu, prestasi dunia,” sebut Wahyudi Fajar.

Lebih lanjut pihaknya mengingatkan masyarakat terkait potensi bencana puting beliung di perubahan musim. Seperti saat ini di mana masa pergantian musim kemarau ke musim hujan.

”Ini pancaroba. Yang patut diwaspadai adalah angin puting beliung,” ujar Wahyudi Fajar.

Atas hal itu, masyarakat harus siaga terhadap bencana angin puting beliung. Termasuk juga potensi-potensi bencana lainnya. Saat terjadi cuaca ekstrem, imbuh Wahyudi Fajar, masyarakat harus menyelamatkan diri terlebih dahulu. Hal itu adalah hal yang paling utama.

Baca Juga :  Inspiratif, Pembiasaan Hening Cipta di SMPN 4 Karangtengah Wonogiri Tingkatkan Kompetensi Sosial Emosional

”Jadi yang utama jangan sampai ada korban. Zero korban. Pancaroba seperti ini harus waspada salah satunya itu angin puting beliung,” tandas Wahyudi Fajar.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengatakan, sarasehan yang digelar itu dilakukan untuk lebih mengikat ikatan emosional antara forkompimda bersama para relawan. Tujuannya membangun semangat bersama untuk hadir bersama-sama dalam memitigasi bencana.

”Ini untuk meminimalisir dampak bencana di Wonogiri. Itu tujuan utamanya,” kata Bupati Wonogiri Joko Sutopo alias Bupati Jekek. Aris Arianto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com