JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Terbongkarnya Kasus Pembunuhan Berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri, Berawal dari Pencurian yang Dilakukan Tersangka Sarmo

Pembunuhan
Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menginterogasi tersangka Sarmo. Joglosemarnews.com/Aris Arianto
   

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Siapa sangka terbongkarnya kasus pembunuhan berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri berawal dari kasus pencurian yang dilakukan oleh tersangka Sarmo sendiri.

Sarmo adalah tersangka yang menghilangkan nyawa Sunaryo (47) dan Agung Santosa (47). Kedua korban dieksekusi menggunakan minuman bercampur racun apotas.

Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menjelaskan, terbongkarnya kasus pembunuhan berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri berawal dari ungkap kasus pencurian di Ngadirojo Wonogiri. Pelaku pencurian tak lain dan tak bukan adalah Sarmo sendiri.

“Jadi kasus (pembunuhan berantai Ciman Semagar Girimarto Wonogiri) bisa terungkap berawal dari kasus 363 atau pencurian yang ternyata dilakukan oleh pelaku S (Sarmo),” ungkap Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah saat konferensi pers di Mapolres Wonogiri, Sabtu (9/12/2023).

Menurut Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah pada 13 November 2023 lalu pelaku Sarmo melakukan aksi pencurian di tempat penggergajian katu warga di Dusun Tukluk Desa Kerjo Lor Kecamatan Ngadirojo Wonogiri.

Baca Juga :  Spirit Sekolah Kuncara, Menggema saat Halalbihalal di Girimarto Wonogiri

Dalam aksi itu, Sarmo mengambil dua ponsel dan satu buah gergaji mesin milik korban.

Selanjutnya kasus terungkap dan pelaku ditangkap oleh polisi pada 4 Desember 2023.

Setelah dilakukan pengembangan kasus,, Sarmo mempunyai permasalahan dengan Sunaryo dan Agung Santosa. Dari hasil penyelidikan pelaku dicurigai ada kaitannya dengan hilangnya Sunaryo dan Agung Santosa.

“Selanjutnya dilakukan pendalaman dan pemeriksaan. Pelaku mengakui perbuatannya dan menunjukkan lokasi pelaksanaan eksekusi dan pembuangan jenazah korban,” sebut Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah.

Diketahui, pelaku dalam kasus pembunuhan itu adalah Sarmo (35) warga Desa Semagar, Kecamatan Girimarto, Wonogiri.

Sementara itu, korban adalah Sunaryo (46) warga Dusun Panggih Desa Jatipurno Kecamatan Jatipurno. Kemudian, Agung Santosa (47) warga Dusun Gombang Sajen Kecamatan Trucuk Klaten.

Korban Sunaryo, ujar Kapolres Wonogiri AKBP Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah pada 27 April 2022 Sunaryo meninggalkan rumah untuk pergi ke rumah Sarmo. Sunaryo hendak mengantarkan mobil milik Sarmo yang digadainya.

Baca Juga :  Tips Mengatasi Malas Masuk Kerja Pasca Libur Lebaran 2024 yang Panjang

Setelah mengantar mobil, Sarmo bermaksud mengantar Sunaryo sampai Pasar Jatipurno. Setelah sampai pasar, Sarmo kembali ke rumah.

Pada Kamis 28 April 2022, istri Sunaryo menanyakan keberadaan suaminya lewat WhatsApp. Tapi justru istri Sunaryo mendapatkan balasan dari suaminya meminta uang Rp 4 juta. Hingga Sunaryo tak lagi diketahui keberadaannya.

Sementara pada 24 November 2021, korban Agung Santosa pergi dari rumah dengan tujuan menagih utang ke Sarmo yang disebut berada di Sleman Yogyakarta. Korban mengendarai sepeda motor Honda Beat.

Hingga beberapa bulan, korban tidak ada kabar. Pada Kamis 12 Mei 2022 ditemukan diduga sepeda motor milik Agung Santosa. Sepeda motor itu ditemukan oleh jajaran Satreskrim Polres Wonogiri di Bubakan Kecamatan Girimarto. Aris Arianto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com