JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Bawaslu Boyolali Temukan PPS dan PPK Langgar Netralitas Pemilu

Ketua Bawaslu Boyolali, Widodo. Waskita
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM Bawaslu Boyolali menemukan dugaan adanya anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Selo dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota melanggar netralitas pemilu. Bawaslu pun merekomendasikan kepada KPU setempat untuk melakukan penindakan.

“Kami sudah penelusuran yang kemudian dilanjutkan kajian dan rapat pleno terhadap anggota PPK Selo dan PPS Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota,” ujar Ketua Bawaslu Boyolali, Widodo, Minggu (14/1/2024).

Dijelaskan, anggota badan adhoc itu patut diduga melanggar netralitas pemilu sesuai amanat UU No 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Dimana anggota PPK Selo, berinisial MAR masuk dalam kepengurusan parpol.

Baca Juga :  Pilkada Boyolali 2024: Adik Ajudan Jokowi Maju Boyolali Satu

“Ya, kami menemukan SK-nya. Kami juga sudah melakukan klarifikasi serta memanggil saksi dan melakukan kajian. Kesimpulannya ada dugaan pelanggaran,” katanya.

Anggota PPK Selo itu diduga melanggar kode etik penyelenggara pemilu. Untuk itu, Bawaslu bakal segera melayangkan surat rekomendasi ke KPU Boyolali agar ditindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku.

“Yang bersangkutan juga sudah menandatangani surat pernyataan tidak terlibat dalam pengurus parpol minimal 5 tahun,” katanya.

Diakui, MAR saat ini memang sudah keluar dari kepengurusan Parpol. Namun keluarnya MAR dari kepengurusan baru terjadi setahun yang lalu. Padahal sesuai ketentuan, untuk bisa jadi PPK minimal sudah 5 tahun keluar dari pengurus parpol.

Baca Juga :  Gelar Cinta Kami Untuk Boyolali, Bolonemase Hadirkan Hiburan Rakyat Gratis

“Dan sebelum mendaftar, yang bersangkutan juga sudah membuat surat pernyataan jika sudah lima tahun tidak jadi pengurus parpol.”

Sedangkan untuk anggota PPS Penggung, dugaan pelanggaran netralitas dilakukan dengan foto bersama dua Capres yang berbeda. Foto tersebut lalu diunggah di media sosial miliknya. Lalu dilaporkan masyarakat ke Bawaslu Boyolali.

“Berdasarkan hasil penelusuran, klarifikasi dan kajian ada dugaan pelanggara netralitas tersebut. Bahkan, yang bersangkutan juga sudah mengakui. Kami secepatnya sampaikan ke KPU untuk ditindaklanjuti,” katanya. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com