JOGLOSEMARNEWS.COM Umum

Usai Berkali-kali Pukuli Istri dan Rudapaksa Anak Tiri, Pria Surabaya Ini Kabur dan Jadi Buron Polisi

SURABAYA, JOGLOSEMARNEWS.COM Nasib apes menimpa  wanita asal Surabaya berinisial EL (40) dan anak gadisnya, yang masih berusia 15 tahun.

Bagaimana tidak, setelah berkali-kali EL mendapat perlakuan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dari suami barunya berinisial YT (52), ternyata diam-diam YT juga berkali-kali merudapaksa anaknya.

Setelah kasus itu terbongkar dan dilaporkan ke polisi, YT memilih kabur dan sampai sekarang oleh Polisi dinyatakan buron.

Ikhwalnya, setelah menikah dengan pelaku, mereka bertiga dengan anaknya tinggal di sebuah kos kawasan Lakarsantri, Surabaya.

Waktu pun terus berlalu, dan ternyata, YT yang selama ini dikenal baik, rupanya sungguh tega. Ia kerap kali memukuli EL.

EL yang tak tahan kemudian meminta pendampingan lembaga bantuan hukum untuk melaporkan suami barunya itu, ke Satreskrim Polrestabes Surabaya Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA), karena sering melakukan tindakan kekerasan.

Baca Juga :  Menghadap Ilahi Rabbi Selepas Salat Maghrib

Kasus yang teranyar, EL dihajar hingga kepalanya benjol. Setelah melayangkan laporan itu, EL sering dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan.

Setiap memenuhi undangan itu, EL kerap mengajak anaknya untuk ikut.

Hingga akhirnya, anak EL dijadikan saksi. Tak dinyana, ketika putri EL ditanya polisi mengenai sosok ayah barunya, dia bercerita pernah dilecehkan.

“Selama pemeriksaan korban KDRT yang dilakukan terhadap EL, tenyata di hadapan polisi, anak EL juga mengaku kerap disetubuhi,” ujar Warta Boni, kuasa hukum kedua korban, Rabu (7/2/2024).

Rudapaksa tidak terjadi hanya sekali. Namun, berulang kali.

Anak EL mengaku dipaksa melayani nafsu bejat ayah tiri selama mereka tinggal bertiga di kos Lakarsantri.

Mereka tinggal di kos tersebut sejak Oktober 2023 lalu. Anak EL dirudapaksa saat malam hari.

Terutama di jam-jam saat EL tidur, yakni selepas waktu Isya.

Sehari-hari, EL dan YT bekerja membuat dan menjual nasi bungkus. EL yang bertugas memasak nasi, sedangkan YT yang menjualnya.

Baca Juga :  Menghadap Ilahi Rabbi Selepas Salat Maghrib

Setiap hari, usai salat Isya, EL tidur, karena sekitar pukul 01.30 WIB, ia harus bangun untuk masak nasi yang akan dijual.

Saat itulah, biasanya YT melancarkan aksinya pada anak EL.

“Sebenarnya korban sudah berusaha melawan, namun selalu diancam,” terang Warta Boni.

Remaja 15 tahun itu diancam pelaku akan ditelantarkan dan tidak diberi makan jika melawan.

Kini anak EL dalam kondisi trauma.

Korban yang seharusnya pelajar SMP namun sudah putus sekolah itu, stres dan frustasi, rumah yang seharusnya bisa menjamin keselamatannya ternyata malah membahayakan.

Setelah boroknya terungkap, YT kabur.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanti Nainggolan kini sedang melakukan pengembangan.

Pelaku saat ini sedang dalam pengejaran.

“Memang ada laporan itu, kedua korban telah diperiksa dengan laporan yang berbeda,” tandasnya.

www.tribunnews.com

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com