JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Hendak Perang Sarung di Embung Pusporenggo, 15 Remaja di Musuk Boyolali Diamankan Polisi

Sebanyak 15 pelajar yang duduk dibangku SMP dan SMK diamankan Polsek Musuk pada Sabtu (16/3/2024) malam. Polisi juga mengamankan sebilah clurit panjang. Istimewa
   

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebanyak 15 pelajar yang duduk dibangku SMP dan SMK diamankan Polsek Musuk pada Sabtu (16/3/2024) malam. Polisi juga mengamankan sebilah clurit panjang.

“Ya, mereka diamankan di wilayah Desa Pusporenggo, Kecamatan Musuk,” kata Kapolsek Musuk, Iptu Iwan Kristiana, Minggu (17/3/2024).

Dijelaskan, penangkapan ke 15 remaja bermula dari laporan masyarakat sekitar pukul 22.30. Laporan menyebut di Dukuh Ngemplak, Desa Pusporenggo ada sekelompok remaja berkumpul. Mereka akan melakukan perang Sarung dan ada yang membawa sajam.

“Mereka ini rencananya mau melakukan perang sarung di Embung Pusporenggo. Beruntung, dapat kami cegah,” katanya.

Mereka ini lantas diamankan ke Mapolsek Musuk untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Ternyata, sajamnya, memang milik salah satu anak tersebut.

Baca Juga :  Harga Pangan di Boyolali Berangsur Menurun, Tapi Masih Tinggi

Para pelaku masih duduk dibangku SMP, MTs negeri dan SMK di Kota Susu. Mereka yakni, warga Tamansari JH (14); warga Boyolali Kota, GAS (14); warga Musuk AA (14), AD (14) dan RQS (14); warga Mojosongo SR (14); dan warga Boyolali Kota WAS (14).

Lalu, siswa SMK asal Musuk, ABS (16); warga Boyolali Kota AIF (14) dan DW (14); warga Mojosongo, GBP (14); warga Musuk, RSM (14); AF (14); DAP (14) dan MR (14).

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu sajam berupa celurit, sembilan sepeda motor, tujuh ponsel, 19 petasan besar, 7 kotak petasan kecil, empat korek api dan enam buah sarung yang sudah diikat.

Baca Juga :  Lakpesdam PBNU DAN P3PD Boyolali Gelar Workshop TOC, Dorong Desa Inklusi

“Para remaja itu sudah kami bawa Mapolsek,” katanya.

Pihaknya juga memanggil orangtua, perangkat desa dan guru dari para remaja tersebut. Tujuannya, agar turut membantu memastikan anak remaja tersebut mendapat pembinaan.

“Juga pembelajaran kepada orang tua agar mengawasi anak anaknya,” katanya.

Ditambahkan, polisi juga meminta peran aktif masyarakat. Warga diminta secepatnya melaporkan jika ada potensi kenakalan remaja. Juga perlu ada peran aktif orang tua untuk mencegah dan mengantisipasi aksi perang sarung remaja.

“Kami juga terus gencarkan patroli di bulan Ramadhan guna operasi penyakit masyarakat (pekat),” katanya. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com