JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Pulang Kampung, Arus Mudik Lebaran 2024 Diprediksi Naik 4 Persen

Pengecekan suhu tubuh penumpang bus di Terminal Tipe A Giri Adipura Krisak Selogiri Wonogiri. Joglosemarnews.com/ Aris Arianto
   

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pulang kampung, pada arus mudik Lebaran 2024 maupun arus balik Lebaran 2024 tahun ini jumlah mereka yang pulang kampung diprediksi meningkat.

Paling tidak ada empat persen angka peningkatan arus mudik Lebaran 2024 maupun arus balik Lebaran 2024.

“Mengecek kesiapan pengamanan ibadah di bulan Ramadhan 2024 serta arus mudik dan balik Lebaran 2024,” ujar Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi dalam rilis yang diterima JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (6/3/2024).

Guna mengamankan arus mudik Lebaran 2024 dan arus balik Lebaran 2024, Polda Jateng akan menggelar Operasi Ketupat Candi 2024 selama 12 hari mulai tanggal 5-16 April 2024.

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi menyebut bahwa masyarakat yang pulang kampung ke Jateng pada arus mudik Lebaran 2024 dan arus balik Lebaran 2024 diprediksi sebesar 136 juta orang. Jumlah itu naik 4 persen dari tahun 2023 yang sebesar 123 juta masyarakat.

“Sebagai kesiapan di Jawa Tengah disiapkan 5 jalur mudik yaitu jalur Tol, Pantura, Jalur Tengah, Jalur Selatan dan Jalur Pantai Selatan. Ke depan juga akan digelar rapat koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait sehingga kegiatan pengamanan arus mudik dan balik berjalan lancar,” terang Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi.

Baca Juga :  Terungkap Alasan Kelurahan Jatipurno Wonogiri Fokus Bangun Akhlak dan Lingkungan

Untuk mengantisipasi kemacetan, pihaknya akan menyiapkan tim urai, hingga menyiapkan pos tinjau yang dilengkapi drone untuk memudahkan pemantauan.

Terkait potensi kenaikan harga bahan pokok penting (bapokting) di bulan Ramadhan 2024, hal itu juga telah diantisipasi. Melalui Tim Satgas Ketahanan Pangan Polda Jateng, pihaknya terus melakukan pemantauan dan monitoring terhadap distribusi bapokting di Jawa Tengah.

“Kami akan terus pantau dan amati distribusi bapokting untuk mengantisipasi adanya penimbunan. Tidak ada lagi masyarakat yang ambil untung (dengan menimbun bapokting) di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Dan ini kami koordinasikan dengan dinas terkait di tingkat Propinsi dan Kabupaten,” tandas Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi.

Sebagai bentuk cipta kondisi harkamtibmas yang kondusif, sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Candi akan diawali dua kegiatan operasi yaitu Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi selama 14 hari mulai tanggal 4-17 Maret dan Operasi Pekat Candi selama 20 hari sejak tanggal 6-25 Maret 2024.

Baca Juga :  Melihat dari Dekat Perayaan Waisak di Kabupaten Ujung Tenggara Jateng, Wonogiri

“Operasi Keselamatan sebagai langkah penertiban dan mengedukasi masyarakat terkait kamseltibcar lantas sebelum pelaksanaan mudik. Sedangkan Operasi Pekat sebagai langkah penertiban berbagai penyakit masyarakat, petasan dan tempat hiburan menjelang pelaksanaan ibadah Ramadhan 2024,” jelas Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi.

Adapun pelaksanaan kegiatan akan lebih mengedepankan fungsi preemtif dan preventif untuk meningkatkan kesadaran dan ketertiban masyarakat disamping upaya penegakan hukum.

Seluruh kegiatan kepolisian yang dilakukan adalah bentuk kesiapan Polda Jateng dalam menjamin keamanan masyarakat selama ibadah puasa dan mudik lebaran. Kapolda mengajak masyarakat untuk turut berpartisipasi menjaga kesucian bulan Ramadhan 2024 dengan tidak melakukan aksi sweeping.

“Tidak ada lagi ormas melakukan aksi sweeping, itu bukan kewenangan ormas. Tidak boleh ada penghakiman di jalanan, serahkan kepada pihak Kepolisian selaku aparat penegak hukum,” tegas Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi. Aris Arianto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com