JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Kearifan Lokal Gempa Bumi di Wonogiri, Keluar Rumah Kentongan dan Bedug Masih Lestari

Gempa
Rumah rusak akibat gempa Bantul Jumat 30 Juni 2023 di Karakan Dlepih Tirtomoyo Wonogiri. Joglosemarnews.com/Aris Arianto
   

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang dapat terjadi kapan saja. Terlebih di Indonesia, dengan lokasinya yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik, gempa bumi menjadi salah satu ancaman yang perlu diwaspadai.

Masyarakat di Indonesia, khususnya di daerah rawan gempa, memiliki kearifan lokal untuk menghadapi bencana ini.

Salah satu contohnya adalah tradisi membunyikan kentongan atau bedug sebagai tanda peringatan gempa bumi. Tradisi ini masih terjaga dengan baik di berbagai daerah, termasuk di Wonogiri Jawa Tengah.

Ketika merasakan getaran gempa bumi, masyarakat di Wonogiri akan langsung keluar rumah dan membunyikan kentongan atau bedug.

Bunyi kentongan atau bedug ini berfungsi sebagai alarm untuk memperingatkan warga sekitar agar segera mencari tempat aman.

Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun dan terbukti efektif dalam menyelamatkan banyak jiwa saat terjadi gempa bumi. Selain itu, tradisi ini membantu memperkuat rasa gotong royong dan kepedulian antar warga dalam menghadapi bencana.

Baca Juga :  Gelar Lapak Agrobisnis Wonogiri 2024, Intip Pula Sejarah Peringatan Hari Krida Pertanian

Di Wonogiri, tradisi membunyikan kentongan atau bedug ini masih dilestarikan secara otomatis. Orang tua selalu mencontohkan secara langsung saat terjadi gempa bumi, dan hal itu terekam dalam memori si anak. Sehingga si anak ikut melakukan hal serupa begitu gempa bumi terasa

Upaya pelestarian tradisi ini penting dilakukan untuk memastikan bahwa kearifan lokal ini tetap terjaga dan dapat terus bermanfaat bagi masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi.

Berikut beberapa manfaat dari tradisi membunyikan kentongan atau bedug sebagai tanda peringatan gempa bumi:

1. Meningkatkan kewaspadaan masyarakat Bunyi kentongan atau bedug dapat dengan cepat menarik perhatian masyarakat dan membuat mereka waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa bumi.

Baca Juga :  Gelar Karya P5 Wali Murid SMPN 1 Jatisrono Wonogiri, Mulai Kontingen Paskibra hingga Display Tanaman

2. Mempercepat evakuasi
Masyarakat yang mendengar bunyi kentongan atau bedug akan segera keluar rumah dan mencari tempat aman, sehingga dapat menyelamatkan diri dari bahaya gempa bumi.

3. Memperkuat rasa gotong royong
Tradisi ini mendorong masyarakat untuk saling membantu dalam menghadapi bencana gempa bumi.

4. Menjaga kelestarian budaya
Tradisi membunyikan kentongan atau bedug merupakan bagian dari budaya lokal yang perlu dilestarikan.

Gempa bumi memang tidak dapat dihindari, namun dengan kearifan lokal dan kesiapsiagaan masyarakat, dampak dari bencana ini dapat diminimalisir. Tradisi membunyikan kentongan atau bedug di Wonogiri merupakan salah satu contoh nyata bagaimana kearifan lokal dapat membantu menyelamatkan jiwa dan harta benda saat terjadi bencana gempa bumi. Aris Arianto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com