JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

2 Gunungan Grebeg Besar Keraton Solo Jadi Rebutan Warga Luar Daerah

Warga berebut gunungan jaler yang terdiri dari kacang panjang dan hasil bumi lainnya saat Garebeg Besar Jimawal 1957, Keraton Kasunanan Solo, Selasa, (18/06/2024). Ando
   

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Hajad Dalem Garebeg Besar Jimawal 1957, Keraton Kasunanan Solo, usai digelar Selasa, (18/06/2024).

Sekitar 700 peserta, terdiri dari sentono, kerabat serta abdi dalem keraton diiringi marching band dan barisan prajurit keraton.

Mengikuti kirab dengan berjalan kaki beriringan membawa dua gunungan yang terdiri dari gunungan jaler (laki-laki) dan estri (perempuan).

Gunungan tersebut tersusun atas hasil bumi serta olahan makanan. Kemudian di belakang gunungan. Para abdi dalem memanggul jodang berisi tumpeng.

Sesampainya di halaman Masjid Agung Keraton Surakarta, gunungan itu didoakan oleh para ulama keraton dan dibagikan kepada masyarakat.

Benar saja hanya dalam waktu kurang dari 1 menit gunungan jaler yang terdiri dari kacang panjang dan hasil bumi lainnya ludes menjadi rebutan warga yang rata-rata berasal dari luar Solo.

Baca Juga :  Tingkatkan Kreativitas Bidang Teknologi, UMS Menjadi Tuan Rumah Kontes Robot Indonesia

Dwi Utami salah satunya warga asal Semarang yang baru pertama kali mengikuti acara di halaman Masjid Agung Solo tersebut dan ikut berebut gunungan.

“Saya dari Semarang karena liburan. Kemudian kemarin lihat di instagram @kraton_solo ada acara grebeg. Jadinya sekalian liburan sekalian cari ilmu dan untuk ikut melestarikan kebudayaan yang ada di daerah Jawa Tengah,” ujarnya.

Mendapatkan kacang panjang dan sayuran dari gunungan tersebut. Dwi berharap agar selalu diberikan kesehatan ke depannya.

“Semoga nanti kehidupan selanjutnya dapat sehat. Kemudian nanti bisa punya kebun, intinya sehat, dan ikut menikmati nikmat Allah,”imbuhnya .

Sementara itu Umi Salamah (60) warga Jakarta mengaku sengaja ikut berebut gunungan saat pulang libur Idul Adha.

“Alhamdulilah dapatnya ini. Semoga dapat rejeki yang barokah ke depannya semua akan baik baik. Rejeki akan melimpah barokah, sehat wal afiat,” pungkasnya.

Baca Juga :  Viral Lagi, Kasus Dugaan Pelecehan Mahasiswi di UMS, Kali Ini Dilakukan Oleh Wakil Dekan

Dilain pihak, Pengageng Parentah Keraton Surakarta Hadiningrat, KGPH Dipokusumo menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah sebagai bentuk Wujud syukur Keraton kepada Tuhan yang maha esa.

“Ini berupa sedekah makanan yang dibawa dari Keraton ke Masjid Agung dalam wujud gunungan yang didoakan dibagikan kepada yang masyarakat umum,” ujarnya.

Lanjut Dipokusumo, untuk kali ini Grebeg Besar dilaksanakan tepat pada hari Selasa yang perhitungan kalender jawa jatuh tanggal 10 Besar. Kalender ini, dikatakannya, berdasarkan penghitungan dari kalender Jawa yang diciptakan Ingkang Sinuhun Sultan Agung Hanyokrokusumo.

“Itu penggabungan sinkronisasi dari tahun Saka dan tahun Hijrah. Untuk sekarang tahun Jawa yaitu 1957,” sambungnya. Ando

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com