JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Antisipasi Kemarau, Ini Langkah BPBD Boyolali

ilustrasi krisis air bersih saat musi kemaru
Ilustrasi krisis air bersih
   

BOYOLALI,  JOGLOSEMARNEWS.COM – Puncak kemarau tahun ini diprediksi pada Juli mendatang. Hanya saja, diprediksi kemarau tersebut masuk keiteria kemarau basah.

“Namun, BPBD tetap menyiapkan anggaran untuk bantuan air bersih hingga antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” ujar
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Boyolali, Suratno, Minggu (16/6/2024).

Dijelaskan, pihaknya telah mengadakan Rakor pada akhir Maret lalu dengan mengundang perwakilan pihak-pihak terkait. Hal tersebut untuk menyikapi dampak kemarau.

“BPBD mempersiapkan anggaran untuk bantuan air bersih yang akan diserahkan pada masyarakat yang terdampak kemarau,”  ujarnya.

BPBD juga mempersiapkan kaji cepat dari dampak kekeringan. Salah satunya potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Guna bisa memetakan dampak kekeringan dan penetapan status siaga darurat bencana kekeringan yang telah diusulkan ke bupati.

Baca Juga :  Ini Upaya Pemkab Boyolali Menekan Penyakit Sejak Dini

Terkait daerah rawan kekeringan, Suratno mengaku masih dipetakan. Karena saat ini masih dalam proses pengajuan SK siaga darurat kekeringan ke Bupati.

“Kalau mengacu pada 2023, ada enam kecamatan yang terdampak kekeringan. Yakni, Kecamatan Tamansari, Musuk, Wonosamodro, Wonosegoro, Juwangi dan Kemusu,” lanjut dia.

Ditambahkan, pihaknya juga mengikuti rakor tingkat provinsi pada 10 Juni. Dalam kegiatan itu, BMKG menyampaikan jika musim kemarau di Jateng rata-rata dimulai pada Mei dengan puncak kemarau pada Juli mendatang. Bahkan beberapa kabupaten/kota sudah dimulai sejak Maret.

Baca Juga :  Laka Maut Tol Ngawi-Solo,  Satlantas Polres Boyolali Koordinasi dengan Dishub Boyolali dan ATPM

Untuk ketersediaan air di musim kemarau juga berdampak pada panenan padi. Namun, tidak terlalu signifikan.

Untuk penambahan debit air nantinya, dilakukan dengan menggunakan teknologi modifikasi cuaca. Sehingga diharapkan dapat mendatangkan hujan di wilayah Jateng.

Langkah penanganan siaga darurat Karhutla perlu disikapi secara formal dengan penetapan status kedaruratan. Masyarakat juga dihimbau untuk menghemat energi terutama air. Air hujan agar ditampung melalui tandon-tandon agar air tidak terbuang.

“Juga lebih berhati-hati agar tidak memicu terjadinya kebakaran,”  pungkasnya. Waskita

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com