JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Penurunan Angka Kemiskinan di Sragen Baik, Terhitung 2 Tahun Terakhir Jadi Peringkat Kedua Penurunan Angka Kemiskinan

Ilustrasi Angka kemiskinan di Kabupaten Sragen || Huri Yanto
   

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Angka kemiskinan di Kabupaten Sragen selama 10 tahun terakhir mengalami penurunan. Hal itu terhitung pada periode 2013-2023.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Penelitian dan pengembangan (Bappeda dan Litbang) Kabupaten Sragen, Aris Tri Hartanto, mengatakan dalam dua tahun terakhir Kabupaten Sragen penurunan angka kemiskinan terbaik kedua di Solo Raya.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sragen, angka kemiskinan pada tahun 2022 mengalami penurunan sebesar 0,89 persen. Sedangkan, pada tahun 2023 angka kemiskinan mengalami penurunan sebesar 0,07 persen.

Baca Juga :  Geger Fenomena Ikan Waduk Kedung Ombo (WKO) Mati Mendadak, Puluhan Petani Menangis Rugi Ratusan Juta Rupiah

“Pada tahun 2022 mengalami penurunan 0,89 persen, penurunan angka kemiskinan terbaik kedua setelah Klaten. Pada tahun 2023 kembali turun 0,07 persen penurunan angka kemiskinan terbaik setelah Kota Solo,” katanya Jumat (14/6/2024).

Dirinya mengaku persentase penduduk miskin di Kabupaten Sragen sempat mengalami peningkatan saat pandemi COVID-19 yakni pada tahun 2020 dan 2021. Setelah itu, Pemkab Sragen melakukan berbagai upaya untuk mengentaskan kemiskinan.

Menurutnya, pada tahun 2022, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mencanangkan program Desa Tumis atau Desa tuntas kemiskinan.

Baca Juga :  LDII Sragen Bersama Basnaz Menggelar Khitan Masal di Momen Libur Panjang Sekolah 2024

“Desa Tumis itu sendiri merupakan konvergensi dari 4 strategi penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan di desa terpilih, dengan anggaran dari berbagai pihak APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, CSR dan filantropi,” ucapnya.

Selain program tersebut, beberapa langkah juga dilakukan oleh Pemkab Sragen yakni dengan perbaikan jalan dan jembatan, pemberian Balinsos dan beasiswa Mahasintawati ke 388 siswa.

“Program Desa Tumis kita menganggarkan Rp 16 miliar, perbaikan jalan Rp 126 miliar, Balinsos Rp 4 miliar, beasiswa Mahasintawati Rp 12,116 miliar dan pelatihan kerja mencapai Rp 10 miliar,” ujarnya.

Huri Yanto

  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com