Beranda Daerah Sukoharjo Bekali 150 Siswa tentang AI, Kapolres Sukoharjo Turun Langsung Menjadi Pemateri, 22...

Bekali 150 Siswa tentang AI, Kapolres Sukoharjo Turun Langsung Menjadi Pemateri, 22 Perwira Bertindak sebagai Master Trainers

Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menyampaikan materi seputar peluang karir di era AI.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menyampaikan materi seputar peluang karir di era AI.

 

 

 

 

 

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 150-an siswa SMA dan SMA se-Kabupaten Sukoharjo mengikuti Training of Trainers (ToT) Artificial Intelligence (AI) Ready ASEAN. Acara yang diadakan di Cendana Ballroom Hotel Tosan, Solo Baru, Sukoharjo, Kamis (12/3/2026), menjadi program bersama Polres Sukoharjo, bekerja sama dengan Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo). Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo SH, S.IK, turun langsung menjadi pemateri untuk tema terkait peluang karir di era AI.

Adapun tiga perwira lainnya juga tampil menjadi pemateri. Mereka adalah Kabag Ren ⁠Kompol Sriyadi S.Kom dan Kasatlantas AKP Doohan Octa Prasetya STrK SIK CPHR menyampaikan materi Pengenalan AI. Kemudian Kasat Narkoba  ⁠AKP Ari Widodo SH MH menyampaikan materi Etika Penggunaan AI dan master trainer Mafindo, Noer Atmaja, menyampaikan materi Seni Berbicara dengan AI.

Kapolres Sukoharjo AKBP Anggaito menyatakan pelatihan ini merupakan bagian dari program yang diinisiasi Polda Jawa Tengah dan dilaksanakan secara serentak di berbagai kabupaten dan kota di wilayah Jawa Tengah. Program tersebut bertujuan mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. “Adik-adik yang hadir di sini merupakan perwakilan pilihan dari sekolah masing-masing. Kami berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat dikembangkan dan dibagikan kembali kepada teman-teman di sekolah,” ujar Anggaito.

Baca Juga :  Viral Pisang Mentah di Paket MBG, SPPG Parangjoro 2 Sukoharjo Sampaikan Permohonan Maaf

Kapolres menekankan bahwa perkembangan teknologi AI tidak dapat dihindari di era global saat ini. Karena itu, generasi muda, khususnya Gen Z, diharapkan mampu memanfaatkan teknologi tersebut secara bijak sekaligus menjadi motor penggerak dalam pengembangan teknologi di masa depan. “Di era digital seperti sekarang, kebutuhan terhadap AI tidak bisa dihindari. Generasi muda harus mampu memanfaatkannya secara positif untuk mendukung berbagai bidang, termasuk dalam mewujudkan Indonesia Emas,” tambahnya.

PIC kegiatan yang juga Koordinator Mafindo Soloraya, Erwina Tri, menyatakan sebelum kegiatan yang diikuti siswa, terlebih dahulu dilakukan ToT bagi 22 perwira di lingkup Polres Sukoharjo untuk menyiapkan mereka menjadi master  trainers. “Kegiatan ini menjadi momen yang sangat istimewa. Para siswa SMA-SMK se-Sukoharjo mempelajari beberapa aspek terkait dengan AI dari para perwira polisi. Implementasi pelatihan AI Ready ASEAN menggunakan modul dari ASEAN Foundation.  Pelatihan kecerdasan artifisial sendiri  sebenarnya tidak hanya untuk siswa/mahasiswa, guru dan orangtua,” ujar Erwina.

Kegiatan ini, menurut Erwina, diharapkan berlanjut dengan pemberian materi bagi siswa lainnya di sekolah-sekolah. “Siswa yang menjadi peserta kegiatan ini diharapkan menyampaikan kembali materi kepada kawan-kawannya di sekolah masing-masing. Kegiatan yang merupakan ruang bersama untuk belajar, bertumbuh dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi terkini, khususnya dalam memahami peran dan potensi kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan dan literasi digital,” tandas Erwina.

Kasatlantas Polres Sukoharjo, AKP Doohan Octa Prasetya, memberikan materi seputar pengenalan AI.

 

 

 

 

 

Moderator kegiatan yang merupakan dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka), Niken Satyawati M.I.Kom, mengapresiasi tampilnya Kapolres dan sejumlah perwira sebagai pemateri. “Para perwira tak hanya menjadi master trainers tapi juga menyampaikan materi. Ini keren sekali. Meningkatkan imej institusi.”

Baca Juga :  Cekcok Berujung Maut, Sopir Angkot Tewas Dibacok Parang di Cilincing

Niken yang juga pegiat Pusat Studi Kepolisian di kampusnya menyatakan, Kapolres dan para perwira yang terlibat kegiatan tersebut menampilkan sisi lain dari sosoknya sebagai seorang polisi. “Mereka menjalankan kegiatan yang tidak biasa. Mereka tak hanya tampil sebagai sosok aparat yang humanis, lebih dari itu menjadi pemandu bagi siswa-siswa mengenal filosofi AI dan menjadi penjaga etika dalam penggunaan AI. Ini termasuk tindakan preventif agar anak muda tidak asal-asalan menggunakan AI dan kemudian tanpa sadar melakukan pelanggaran hukum.”

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabag SDM Polres Sukoharjo Kompol Tiswanti, Kasat Binmas AKP Sri Wuri Handayani, serta sejumlah perwira di jajaran Polres Sukoharjo.

Ali

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.