Beranda Daerah Wonogiri Indonesia Diambang Krisis? Pemerintah Takut Hal Ini Terjadi! Bukan Harga Naik Tapi...

Indonesia Diambang Krisis? Pemerintah Takut Hal Ini Terjadi! Bukan Harga Naik Tapi Energi Hilang Total

Bahan bakar
Ilustrasi pengisian bahan bakar di SPBU. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pernyataan mengejutkan datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang secara blak-blakan mengaku ada satu hal yang benar-benar ia khawatirkan terkait konflik di Timur Tengah: bukan harga energi yang melonjak, tetapi kemungkinan suplai energi benar-benar terhenti.

Di tengah situasi global yang mulai memanas, beberapa negara sudah lebih dulu terdampak. Filipina bahkan telah menetapkan status darurat energi nasional, sementara Bangladesh mulai mengalami krisis bahan bakar minyak (BBM). Kondisi ini menjadi alarm serius bagi Indonesia.

Purbaya tidak menutup-nutupi kekhawatirannya. Ia menegaskan bahwa ancaman terbesar bukan pada lonjakan harga energi, melainkan pada ketersediaan pasokan yang bisa saja tiba-tiba terhenti.

“Darurat energi itu bukan di APBN. Darurat energi adalah kalau misalnya suplainya berhenti, itu yang saya takut. Bukan harganya, (tetapi) suplainya nggak ada, ini kan masih ada suplainya. Jadi kalau dibilang darurat, enggak, tetapi kita mesti siap-siap terus ke depan,” kata Purbaya, baru baru ini.

Baca Juga :  Lautan Jamaah Tumpah di Jatipurno! Sholat Idul Fitri LDII Bikin Lapangan Kridha Buana Full, Infak Nyaris 10 Juta

Pernyataan ini menegaskan satu hal penting: selama ini banyak yang fokus pada harga minyak dunia, padahal ancaman sebenarnya jauh lebih berbahaya—kelangkaan energi itu sendiri.

Meski demikian, Purbaya memastikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) masih dalam batas aman. Ia menegaskan pemerintah belum perlu melakukan perubahan besar, termasuk soal subsidi energi, setidaknya hingga akhir tahun ini.

“Saya nggak akan ubah APBN atau subsidi yang ada sampai titik yang mungkin nanti harganya tinggi sekali. Pada saat sekarang, sampai akhir tahun dengan harga sekarang, kita masih tahan APBN, tergantung keputusan pimpinan nantinya, tetapi saya tawarkan, aman,” ujarnya.

Namun keputusan final tetap berada di tangan Presiden Prabowo Subianto, terutama jika kondisi global semakin memburuk.

Purbaya juga mengingatkan bahwa perubahan kebijakan tidak akan dilakukan secara gegabah. Pemerintah akan menghitung secara cermat setiap kemungkinan, terutama jika harga minyak dunia melonjak drastis.

Baca Juga :  Tim Salat Id Jumat 20 Maret 2026 Membludak! 5.000 Jamaah Padati Lapangan Baturetno

“Nanti kalau naiknya (tinggi) baru kita hitung lagi berapa. Jadi nggak otomatis tiba-tiba jadi US$ 100, kan kita hitung rata-rata,” imbuhnya.

Situasi ini menjadi peringatan penting bahwa krisis energi bukan lagi sekadar isu global, tetapi ancaman nyata yang bisa berdampak langsung ke dalam negeri jika tidak diantisipasi sejak dini. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.