Beranda Daerah Wonogiri Innalillahi! Pengasuh Ponpes Bairuha Jatipurno Wafat, Ribuan Jamaah Iringi ke Pemakaman, Sosoknya...

Innalillahi! Pengasuh Ponpes Bairuha Jatipurno Wafat, Ribuan Jamaah Iringi ke Pemakaman, Sosoknya Tinggalkan Jejak Mendalam

Pemakaman
Prosesi pemakaman H Suroto. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Duka mendalam dialami keluarga besar Pondok Pesantren Bairuha Jatipurno dan masyarakat luas. Sosok ulama kharismatik sekaligus pengasuh pondok, H. Suroto, S.IP, berpulang ke rahmatullah pada Minggu (22/3/2026) pukul 16.45 WIB di RS Moewardi Solo dalam usia 68 tahun.

Kepergian beliau menjadi pukulan berat, bukan hanya bagi keluarga dan santri, tetapi juga masyarakat yang selama ini merasakan langsung bimbingan dan keteladanan almarhum. Semasa hidup, H. Suroto dikenal sebagai pribadi sederhana, bijaksana, dan konsisten dalam menjalankan ibadah serta mengajarkan nilai-nilai keislaman kepada umat.

Tidak hanya aktif dalam dakwah, almarhum juga memegang peran penting sebagai anggota Dewan Penasehat DPD LDII Kabupaten Wonogiri. Di sisi lain, beliau menjadi pengasuh Pondok Pesantren Bairuha yang berlokasi di Jl. Raya Jatipurno, Pule, Kecamatan Jatipurno Wonogiri, tempat lahirnya banyak generasi santri yang mandiri dan berakhlak.

Dedikasi beliau juga terlihat kuat di bidang pendidikan. H. Suroto dipercaya mengelola PKBM Sumber Ilmu di Kedungrejo, Jatipurno, yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan kejar paket setara SMP dan SMA. Peran ini menjadi langkah nyata dalam membuka akses pendidikan bagi mereka yang sempat terhenti, sekaligus mencetak generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.

Baca Juga :  Anggaran Pegawai Tembus 43,7 Persen! DPRD Wonogiri Keluarkan 8 Rekomendasi Penting untuk Pemkab, Ini Daftar Lengkapnya

Salah satu pengurus pondok, Ricky Gunawan, mengungkapkan sosok almarhum sebagai figur penuh keteladanan.

“Beliau orang yang baik, bijaksana, dan sangat taat dalam beribadah. Sebagai imam Masjid Abdul Jalil, beliau selalu menjaga konsistensi sholat berjamaah. Selain itu, beliau juga banyak memberikan bimbingan agama dan menanamkan jiwa kemandirian serta entrepreneurship kepada para santri,” ujarnya.

Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam, namun juga warisan nilai yang begitu besar. Ribuan jamaah LDII memadati kediaman almarhum di Kedungrejo, Jatipurno untuk melaksanakan salat jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdiannya.

Almarhum meninggalkan istri tercinta, Hj. Suryani, serta putra-putri:
• Panji Kusumaningrum – Idha Sitta Ningsieh
• Giri Asmaraningrum
• Restu Ambarnaningrum
• Intan Fitrianingrum – Hafida Aris Rahmawan
• Oky Bima Mastikaningrum

Tokoh masyarakat LDII Jatipurno, H. Aris Setiawan, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam.

“Beliau bukan hanya guru, tetapi juga teladan dalam kehidupan bermasyarakat. Sulit bagi kami mengungkapkan kehilangan ini dengan kata-kata,” ungkap dia.

Baca Juga :  Pemudik Wajib Tahu! Posko Banser di Terminal Lama Selogiri Wonogiri Sediakan Cek Kesehatan, Pijat Gratis hingga Tempat Istirahat Nyaman

Prosesi pemakaman dilaksanakan Senin (23/3/2026) pukul 10.00 WIB di pemakaman Astonoloyo Kuryo, Jatipurno. Ratusan hingga ribuan pelayat mengiringi langkah terakhir almarhum menuju peristirahatan terakhir, menjadi bukti betapa besar cinta dan penghormatan masyarakat terhadap sosok beliau.

Pihak keluarga memohon maaf atas segala khilaf almarhum semasa hidupnya, serta memohon doa agar beliau mendapatkan husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, dan ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.