WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Pondok Pesantren Bairuha Jatipurno Wonogiri. Sosok pinisepuh yang selama ini dikenal tenang, penuh kebijaksanaan, dan menjadi panutan banyak santri, H. Suroto, S.IP, berpulang ke rahmatullah pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 16.45 WIB di RS Moewardi Solo. Almarhum wafat dalam usia 68 tahun setelah menjalani perawatan.
Detik-detik kepergian beliau meninggalkan kesedihan mendalam, terutama bagi keluarga, santri, dan masyarakat sekitar yang selama ini mengenal beliau sebagai sosok sederhana namun berpengaruh besar dalam pembinaan generasi muda. Sejak kabar tersebut menyebar, ucapan duka dan doa terus mengalir, menandakan betapa besar jasa dan keteladanan yang telah ditinggalkan.
Semasa hidupnya, H. Suroto dikenal istiqamah dalam menjalankan ibadah serta konsisten dalam membimbing para santri. Ia bukan hanya sekadar pengajar, tetapi juga figur yang membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai keislaman, dan mengajarkan kemandirian dalam kehidupan sehari-hari. Banyak santri yang tumbuh dengan bekal moral kuat berkat didikan beliau.
Kronologi kabar wafatnya pun cepat menyebar dari lingkup keluarga hingga ke masyarakat luas. Setelah dinyatakan berpulang di rumah sakit, pihak keluarga segera menyampaikan informasi kepada kerabat dan lingkungan pondok. Suasana haru langsung terasa, terlebih bagi mereka yang pernah merasakan langsung bimbingan dan nasihat beliau.
Almarhum meninggalkan istri tercinta Hj. Suryani serta putra-putri yang turut menjadi bagian dari perjalanan hidupnya. Di antaranya Panji Kusumaningrum bersama Idha Sitta Ningsieh, Giri Asmaraningrum, Restu Ambarnaningrum, Intan Fitrianingrum bersama Hafida Aris Rahmawan, serta Oky Bima Mastikaningrum. Kehilangan ini menjadi pukulan berat bagi keluarga, namun juga menjadi pengingat akan warisan nilai yang telah ditanamkan almarhum.
Rencananya, prosesi pemakaman akan dilaksanakan pada Senin (23/3/2026) pukul 10.00 WIB di pemakaman Astonoloyo Kuryo, Jatipurno. Sejak pagi, masyarakat, santri, serta kerabat diperkirakan akan memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mengantarkan kepergian beliau.
Pihak keluarga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan almarhum semasa hidup, sekaligus memohon doa agar beliau mendapatkan husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, dan ditempatkan di sisi terbaik Allah SWT. Keikhlasan dan doa dari banyak pihak diharapkan menjadi pengiring perjalanan terakhir beliau.
Kepergian H. Suroto bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia pendidikan pesantren di wilayah Jatipurno dan sekitarnya. Sosoknya meninggalkan jejak kuat yang akan terus dikenang, terutama melalui generasi santri yang pernah dibimbingnya. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














