WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suasana Lapangan Sepakbola Pertinggen, Kelurahan Tirtomoyo, Kecamatan Tirtomoyo, Kabupaten Wonogiri mendadak penuh sesak, Kamis (26/3/2026) malam. Ribuan jamaah dari berbagai daerah berkumpul dalam satu momen yang begitu dinanti, yakni pengajian akbar menghadirkan sosok penceramah kondang KH Anwar Zahid.
Acara yang dikemas dalam rangka Halal Bihalal sekaligus santunan ini digelar Paguyuban Perantauan Tirto Manunggal Roso Tirtomoyo. Antusiasme warga begitu terasa sejak awal, bahkan sebelum tausiyah dimulai, lapangan sudah dipadati jamaah yang ingin langsung mendengarkan ceramah khas penuh humor sekaligus makna dari KH Anwar Zahid.
Tak sekadar pengajian biasa, kegiatan ini juga menjadi ajang kepedulian sosial. Santunan disalurkan kepada kaum duafa dan anak yatim, membuat suasana semakin haru dan penuh kehangatan. Momen ini sekaligus menjadi bukti kuatnya ikatan perantau dengan kampung halaman yang tak pernah putus.
Sejumlah tokoh penting turut hadir meramaikan acara, di antaranya Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, anggota DPRD Wonogiri Dani Mursito, jajaran Forkopincam Tirtomoyo, hingga tokoh agama dan perwakilan paguyuban.
Pengamanan pun dilakukan ketat oleh jajaran kepolisian yang dipimpin Kapolsek Tirtomoyo Yuni Tri Suwarno Putra, memastikan jalannya acara tetap aman dan tertib meski jumlah jamaah membludak. Sinergi dengan TNI dan instansi terkait membuat kegiatan berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.
Puncak acara menjadi sorotan saat KH Anwar Zahid mulai menyampaikan tausiyah. Dengan gaya khasnya yang santai namun mengena, ia mengajak jamaah untuk tetap menjaga persatuan dan mempererat ukhuwah Islamiyah. Pesannya sederhana tapi dalam: perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk saling melengkapi.
Sementara itu, perwakilan kepolisian melalui Kasihumas Polres Wonogiri Anom Prabowo menegaskan pentingnya kehadiran aparat dalam setiap kegiatan masyarakat. Hal ini untuk memastikan seluruh rangkaian berjalan kondusif sekaligus mendukung aktivitas positif warga.
Momentum pasca Idul Fitri ini benar-benar dimanfaatkan masyarakat sebagai ajang mempererat hubungan, tidak hanya antarwarga, tetapi juga antara masyarakat dengan pemerintah dan aparat keamanan. Kombinasi antara pengajian, kepedulian sosial, dan kebersamaan menjadikan acara ini terasa lebih hidup dan bermakna.
Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















