Beranda Umum Nasional Stok BBM Aman Jelang Lebaran, Pemerintah Minta Warga Tak Panik. Habis Lebaran?

Stok BBM Aman Jelang Lebaran, Pemerintah Minta Warga Tak Panik. Habis Lebaran?

Ilustrasi SPBU | pixabay

JOGLOSEMARNEWS.COM Di tengah meningkatnya kebutuhan energi jelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih dalam batas aman. Namun, dengan konsumsi yang dipastikan melonjak, publik pun diingatkan agar tidak terpancing melakukan pembelian berlebihan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut cadangan BBM nasional saat ini berada di kisaran 27 hingga 28 hari. Angka tersebut dinilai masih di atas ambang batas minimum yang telah ditetapkan pemerintah.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menegaskan bahwa kondisi tersebut cukup untuk menopang kebutuhan selama periode Lebaran.

“Untuk ketersediaan BBM, cadangan minimal itu sudah terlewati. Masyarakat bisa dengan aman menikmati mudik Lebaran 2026 ini,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Ia menambahkan, ketersediaan energi secara umum, baik untuk sektor transportasi maupun kelistrikan, masih dalam kondisi terkendali. Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan aksi panic buying yang justru berpotensi mengganggu distribusi.

Baca Juga :  BBM Nonsubsidi Naik Serentak, Ini Daftar Harga Terbaru di Jateng per 19 Maret 2026

Menariknya, pemerintah juga memastikan tidak akan ada pembatasan pembelian BBM selama masa libur Lebaran, baik di tingkat pusat maupun daerah. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kelancaran aktivitas masyarakat tanpa menimbulkan kekhawatiran berlebihan.

Meski demikian, masyarakat tetap diimbau untuk tertib, terutama saat mengantre di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), mengingat lonjakan konsumsi hampir pasti terjadi pada periode mudik.

Di sisi lain, sektor kelistrikan juga diklaim dalam kondisi siap. Daya mampu sistem mencapai sekitar 52 gigawatt, sementara beban puncak diperkirakan hanya berada di kisaran 35 persen. Dengan demikian, terdapat cadangan daya yang cukup besar atau risk margin mencapai sekitar 48 persen.

Baca Juga :  OTT KPK di Cilacap: Pejabat SKPD Diduga Dipaksa Setor Uang THR

Dengan sejumlah indikator tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan energi nasional selama Lebaran dapat terpenuhi. Namun, pengawasan distribusi dan perilaku konsumsi masyarakat tetap menjadi kunci agar kondisi tetap stabil hingga puncak arus mudik dan balik. [*]  Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.