Beranda Nasional Jogja Syawalan Berujung Duka, Bocah 7 Tahun Tewas di Selokan Gedongkiwo, Jogja

Syawalan Berujung Duka, Bocah 7 Tahun Tewas di Selokan Gedongkiwo, Jogja

Ilustrasi mayat | pixabay

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keceriaan tradisi syawalan yang seharusnya menjadi momen mempererat silaturahmi berubah menjadi tragedi memilukan. Di tengah suasana kebersamaan keluarga, pengawasan terhadap anak justru berujung duka.

Peristiwa nahas itu terjadi di kawasan Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta, Selasa (24/3/2026). Seorang bocah berinisial DFA (7) ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di selokan Tanjung Kiri.

Korban sebelumnya dilaporkan menghilang saat bermain bersama teman-temannya di sekitar lokasi selokan, tak jauh dari tempat berlangsungnya acara syawalan keluarga.

Kejadian bermula sekitar pukul 12.30 WIB saat keluarga korban menghadiri acara halal bihalal di rumah kerabat. Sementara orang dewasa berkumpul di dalam rumah, anak-anak memilih bermain di luar, termasuk di sekitar saluran air yang sebenarnya cukup berisiko.

Warga setempat sempat mengingatkan anak-anak agar tidak bermain di area selokan. Namun, peringatan tersebut tidak sepenuhnya diindahkan.

Baca Juga :  Parangtritis Kembali Makan Korban, Dalam Sehari Dua Wisatawan  Terseret Arus

“Pukul 14.30 WIB korban tiba-tiba hilang, kemudian dicari oleh warga sekitar namun tidak diketemukan,” kata R Anton Budi Susilo.

Pencarian dilakukan secara manual oleh warga dan keluarga hingga berjam-jam, namun tidak membuahkan hasil. Hingga akhirnya, sekitar pukul 17.00 WIB, seorang warga berinisiatif menguras selokan karena lokasi itu menjadi titik terakhir korban terlihat.

Upaya tersebut membuahkan hasil pahit. Setelah debit air berkurang, tubuh korban terlihat di dasar selokan dalam kondisi tidak bernyawa. Warga segera mengevakuasi korban dan membawanya ke klinik terdekat di wilayah Mantrijeron.

Namun, harapan sudah pupus. Tim medis memastikan nyawa korban tidak dapat diselamatkan.

“Selanjutnya dilakukan pemeriksaan EKG oleh dokter jaga dan dinyatakan korban sudah meninggal dunia,” ujar Anton.

Jenazah korban kemudian dibawa pihak keluarga ke RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta sekitar pukul 19.00 WIB untuk proses pemandian sebelum dimakamkan.

Baca Juga :  Ditinggal Salat Id, Rumah di Kulon Progo Terbakar, Satu Orang Meninggal

Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya pengawasan anak, terutama di lingkungan yang memiliki potensi bahaya tersembunyi seperti saluran air terbuka. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.