
BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM — Di tengah dorongan pemerintah pusat untuk menerapkan pola kerja fleksibel pascalebaran, Pemerintah Kabupaten Bantul justru mengambil sikap berbeda. Alih-alih mengikuti tren Work From Anywhere (WFA), pemkab setempat tetap bersikukuh mempertahankan skema kerja dari kantor atau Work From Office (WFO).
Keputusan ini memastikan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bantul tetap berkantor seperti biasa mulai Rabu, 25 Maret 2026, meski wacana fleksibilitas kerja tengah menguat di berbagai daerah.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menegaskan bahwa hingga kini WFO masih menjadi pilihan paling realistis untuk menjaga performa birokrasi. Menurutnya, kesiapan penerapan WFA di tingkat daerah belum sepenuhnya matang.
“Kami masih tetap menjalankan WFO, kecuali ada opsi darurat yang memungkinkan aparatur birokrasi melakukan WFA. Namun sampai hari ini kami masih memilih opsi yang optimal yaitu WFO,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Meski demikian, Pemkab Bantul tidak menutup ruang toleransi bagi ASN yang belum bisa langsung kembali bekerja usai libur Lebaran. Halim menyebut, kelonggaran diberikan sebagai bentuk penghormatan terhadap momentum silaturahmi Idulfitri.
“Karena masih dalam suasana Idulfitri, kami memberikan toleransi-toleransi. Mungkin untuk menuntaskan silaturahmi,” kata Halim.
Kendati ada kelonggaran, aturan tetap diberlakukan. ASN yang belum masuk kerja diwajibkan mengajukan izin resmi kepada masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Selain itu, durasi toleransi juga dibatasi agar tidak mengganggu pelayanan publik.
“Tidak lama, paling hanya dua hari kami memberikan toleransi itu,” tambahnya.
Sikap Pemkab Bantul ini mencerminkan upaya menjaga stabilitas layanan publik di tengah masa transisi pascalibur panjang. Di satu sisi, fleksibilitas tetap diberikan, namun di sisi lain, disiplin kerja aparatur tetap dijaga agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













