Beranda Daerah Wonogiri BUMDes Golo Gaspol! 5 Kandang 30.000 Baglog Siap Panen! Jamur Kuping Jadi...

BUMDes Golo Gaspol! 5 Kandang 30.000 Baglog Siap Panen! Jamur Kuping Jadi Senjata Lawan Pengangguran dan Kemiskinan di Puhpelem

Jamur
Budidaya jamur kuping di Desa Golo Kecamatan Puhpelem Wonogiri. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Gerak cepat ditunjukkan Pemerintah Kecamatan Puhpelem dalam mendorong ekonomi kerakyatan dan ketahanan pangan. Monitoring langsung dilakukan pada Kamis (16/4/2026) di BUMDesa Lancar Barokah, Desa Golo. Hasilnya tidak main-main—budidaya jamur kuping yang dikelola serius kini sudah memasuki fase krusial menjelang panen besar.

Melansir laman resmi Pemkab Jateng Tenggara, Sabtu (18/4/2026), BUMDesa yang dipimpin Andi Eko Susanto ini mengembangkan budidaya jamur kuping dengan skala cukup besar. Saat ini sudah berdiri 5 kandang produksi dengan total kapasitas mencapai 30.000 baglog. Angka ini bukan sekadar statistik—ini sinyal kuat bahwa desa mulai bergerak mandiri secara ekonomi.

Ditemui di lokasi kandang, Andi menjelaskan bahwa keputusan memilih budidaya jamur bukan tanpa alasan. Fokus utamanya jelas: mendorong ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

“Selain itu juga mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran dengan kami mempekerjakan karyawan untuk mengelola dan merawat kandang jamur ini,” ujarnya.

Langkah ini terasa konkret. Bukan hanya produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja langsung bagi warga sekitar. Artinya, dampak ekonomi tidak berhenti di hasil panen, tapi mengalir ke kehidupan harian masyarakat.

Baca Juga :  TERBONGKAR! Transaksi Pil Koplo di Wonogiri Digerebek, Pemuda 19 Tahun Tak Berkutik Ditangkap Polisi

Lebih menarik lagi, masa panen sudah di depan mata.

“Dari hasil budidaya ini, diperkirakan dua minggu lagi panen,” kata Andi.

Jika target ini tercapai, maka perputaran ekonomi dari sektor ini akan mulai terasa dalam waktu dekat. Dengan volume produksi sebesar itu, potensi distribusi ke pasar lokal bahkan luar daerah terbuka lebar.

Sementara itu, Kasi PPM Kecamatan Puhpelem, Suprianto, menegaskan bahwa komoditas jamur kuping (Auricularia polytricha) memang punya prospek cerah. Bukan sekadar tren, tapi peluang nyata yang bisa menopang ekonomi rakyat.

Menurutnya, budidaya jamur kuping semakin diminati karena beberapa faktor kunci:

✓ Teknik budidaya relatif mudah
✓ Nilai ekonomi tinggi
✓ Bahan baku mudah didapat
✓ Siklus panen cepat
✓ Permintaan pasar stabil

“Budidaya jamur ini semakin populer karena tekniknya yang relatif mudah, bernilai ekonomi tinggi dan bahan bakunya mudah didapat,” terang Suprianto.

Tak hanya soal ekonomi, jamur kuping juga punya nilai strategis dalam aspek pangan. Kandungan nutrisinya cukup lengkap—mulai dari serat, karbohidrat, vitamin hingga mineral—yang menjadikannya salah satu alternatif pangan sehat bagi masyarakat.

Baca Juga :  Wonogiri Minta Bantuan Mendag Buat Bangun Pasar Wonogiri

“Jamur kuping sebagai bahan makanan berkontribusi pada ketahanan pangan dan nutrisi karena kaya akan serat, karbohidrat, vitamin, mineral dan asam. Selain mudah dibudidayakan, jamur juga merupakan makanan bergizi tinggi,” imbuhnya.

Dengan kombinasi antara nilai ekonomi dan kandungan gizi, budidaya ini bisa menjadi model pengembangan desa yang efektif—tidak hanya menghasilkan uang, tapi juga meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat.

Harapannya jelas: usaha ini tidak berhenti di satu siklus panen saja. Jika terus dikembangkan secara konsisten, BUMDesa Lancar Barokah berpotensi menjadi pusat produksi jamur kuping yang mampu menggerakkan ekonomi lokal secara berkelanjutan. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.