Beranda Daerah Semarang Gubernur Ahmad Luthfi Warning BUMD Jateng! Wajib Inovatif dan Kontribusi Terhadap PAD,...

Gubernur Ahmad Luthfi Warning BUMD Jateng! Wajib Inovatif dan Kontribusi Terhadap PAD, Tidak Boleh Jadi Beban APBD

Gubernur Jawa Tengah, Ahmda Luthfi saat memberikan masukan kepada jajaran pengelola BUMD. Foto: dok

 

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM —Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan peringatan tegas kepada seluruh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tanpa terkecuali. Ahmad Luthfi minta agar semua BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak sekadar eksis, melainkan mampu berkontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pembangunan serta tidak menjadi beban APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah).

 

Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tiga BUMD milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Senin (27/4/2026). Yakni PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), dan PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP).

 

Menurut Luthfi, BUMD harus menjadi motor penggerak ekonomi daerah, terutama di tengah keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah provinsi. Oleh karena itu, kreativitas dan inovasi menjadi kunci utama agar perusahaan daerah mampu bertahan sekaligus berkembang. “BUMD itu nafasnya untuk PAD wilayah. Saat fiskal terbatas, maka yang diandalkan adalah kreativitas dan terobosan,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Luthfi mengingatkan agar tidak ada BUMD yang justru menjadi beban keuangan daerah. Seluruh aset dan lini bisnis harus dioptimalkan guna menghasilkan keuntungan yang berdampak langsung terhadap peningkatan PAD.

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi bersama Sekda Jateng, Sumarno. Foto: dok

Untuk mendorong kinerja tersebut, ia meminta BUMD aktif menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), serta Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekrafs) dan lainnya.

Baca Juga :  Dari Jeruji Besi, Eks Polisi Robig Diduga Masih Jalankan Jaringan Narkoba

 

Menurutnya, kolaborasi ini penting untuk mengoptimalkan aset-aset daerah yang belum tergarap secara maksimal sekaligus membuka peluang bisnis baru yang lebih kompetitif. “Gandeng Kadin, Hipmi, dan Gekrafs. Kolaborasi dengan pengusaha muda agar aset kita berkembang dan hidup. BUMD harus punya daya dobrak,” katanya.

 

Ia menekankan bahwa pengelolaan BUMD harus dilakukan secara profesional dan berorientasi pada kepentingan publik, bukan untuk kepentingan pribadi. Ia juga tidak segan-segan akan mengevaluasi secara berkala seluruh jajaran komisaris dan direksi BUMD di Jateng berdasarkan capaian kinerja. “Baik itu komisaris atau direksi, selama tidak efektif akan kami evaluasi. Tugasnya menyehatkan BUMD dan memberi pemasukan APBD,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi memberikan sorotan khusus kepada PT PRPP yang dinilai belum optimal dalam pengelolaan aset dan penyelenggaraan event. Luthfi meminta manajemen segera menyusun rencana kerja konkret agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah. “Event yang digelar harus punya daya tarik dan daya saing. Jangan kalah dengan yang lain,” tandasnya.

 

Meski memberikan catatan kritis, Ahmad Luthfi juga memberikan apresiasi atas capaian positif beberapa BUMD. Salah satunya adalah PT JTAB yang dinilai berhasil menjalankan fungsi sosial dan ekonominya secara beriringan.

Baca Juga :  Polisi Penembak Siswa SMK di Semarang Kendalikan Bisnis Narkoba dari Dalam Sel, Kini Dipindah ke Nusakambangan

 

PT JTAB diapresiasi karena secara simultan ikut menjaga stabilitas inflasi di Jawa Tengah melalui berbagai program strategis, seperti gerakan pangan murah, operasi pasar, hingga pengoperasian kios-kios JTAB yang tersebar di berbagai pasar tradisional di daerah

 

Gubernur berharap BUMD mampu bertransformasi menjadi entitas bisnis yang sehat, profesional, dan berdaya saing tinggi, sekaligus menjadi pilar penting dalam memperkuat ekonomi daerah. Pengelolaan yang inovatif akan memberikan keuntungan langsung terhadap PAD, yang nantinya dikembalikan kepada masyarakat melalui program pembangunan daerah.

Gubernur Jateng bersama jajaran PT JTAB. Foto : dok

​Melalui penguatan BUMD ini, Pemprov Jateng berharap ketergantungan pada dana transfer pusat dapat berkurang, seiring dengan kemandirian fiskal daerah yang semakin kuat dari sektor usaha milik daerah. (Ali)

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.