Beranda Umum Nasional Isu Qodari Bakal Direshuffle Menguat: Semua Keputusan di Tangan Presiden  

Isu Qodari Bakal Direshuffle Menguat: Semua Keputusan di Tangan Presiden  

Foto ilustrasi. Muhammad Qodari saat kunjungan ke Sragen | dok Pemkab Sragen

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinamika politik di lingkar kekuasaan kembali menghangat menyusul beredarnya kabar perombakan Kabinet Merah Putih yang disebut-sebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

Sejumlah nama pejabat tinggi negara pun mulai dikaitkan dengan kemungkinan pergeseran jabatan, termasuk Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Muhammad Qodari.

Menanggapi isu tersebut, Qodari tidak memberikan penegasan terkait kebenaran kabar yang beredar. Ia memilih bersikap normatif dengan menekankan bahwa segala keputusan terkait perombakan kabinet sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.

“Semua itu hak prerogatif Presiden,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Senin (27/4/2026).

Qodari juga mengisyaratkan agar publik menunggu perkembangan resmi dari Istana. Ia tidak menampik maupun membenarkan kabar yang menyebut dirinya akan bergeser dari jabatan KSP.

Spekulasi yang berkembang menyebutkan Qodari berpeluang menempati posisi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), menggantikan Angga Raka Prabowo. Namun hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengonfirmasi hal tersebut.

Baca Juga :  Pengusaha Dapur Ingin Program MBG Bertahan hingga 25 Tahun

Tak hanya Qodari, sejumlah nama lain juga ikut mencuat dalam bursa reshuffle. Kursi KSP yang saat ini ditempati Qodari disebut-sebut akan diisi oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional.

Selain itu, nama Jumhur Hidayat juga dikabarkan masuk dalam daftar perombakan dengan posisi sebagai Menteri Lingkungan Hidup, menggantikan Hanif Faisol. Sementara itu, Hasan Nasbi yang sebelumnya menjabat di Kantor Komunikasi Kepresidenan disebut-sebut akan mengisi posisi Utusan Khusus Presiden bidang Komunikasi.

Nama Hasan sendiri sempat beberapa kali dipanggil Presiden pada Maret 2026. Namun kala itu ia belum memberikan penjelasan terkait agenda pertemuan maupun kemungkinan keterlibatannya kembali dalam kabinet.

Isu reshuffle ini juga menyebutkan bahwa pelantikan pejabat baru kemungkinan akan berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin sore. Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Istana terkait waktu maupun daftar nama yang akan dilantik.

Baca Juga :  Dugaan Provokasi dari Konten Medsos, Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Publik pun kini menanti kepastian langkah Presiden Prabowo di tengah berbagai spekulasi yang terus bergulir. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.