SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Jalur padat Semarang-Solo di kawasan Bawen kembali memakan korban kecelakaan. Sebuah truk diduga mengalami rem blong dan mendadak berubah menjadi kendaraan liar yang menyapu tiga sepeda motor serta menghancurkan kios tambal ban di pinggir jalan, Jumat (29/5/2026) malam.
Peristiwa mencekam itu terjadi sekitar pukul 19.30 WIB di Jalan Raya Semarang-Solo, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang. Truk yang melaju dari arah atas tiba-tiba tak terkendali sebelum akhirnya menghantam kendaraan di depannya dan menyeruduk kios tambal ban milik warga.
Laju truk baru berhenti setelah tercebur ke dalam selokan di sisi jalan dengan kedalaman sekitar tiga meter.
Pemilik kios tambal ban, Alwi Sihab, mengatakan detik-detik kejadian berlangsung sangat cepat. Ia mengaku sempat mendengar suara benturan keras sebelum menyadari truk sudah menghantam area kios miliknya.
“Setelah menabrak motor dan kios, truk masuk ke dalam selokan di pinggir jalan sedalam tiga meter,” ujarnya.
Menurut Alwi, truk sebenarnya tidak melaju dalam kecepatan tinggi. Namun kendaraan itu tampak tidak bisa dikendalikan hingga akhirnya menabrak tiga sepeda motor di depannya.
“Awalnya terdengar suara keras, truk sebenarnya tidak terlalu kencang. Tapi memang tidak terkendali, lalu menabrak tiga motor,” kata Alwi seperti dilansir dari Kompas.com, Jumat (29/5/2026).
Benturan keras kemudian berlanjut ke kios tambal ban tempat Alwi dan keluarganya berada. Saat kejadian, ada lima orang di dalam kios, termasuk kedua orangtua Alwi.
“Sedang santai karena menunggu makanan. Bapak tiduran dan ibu di ruangan sebelah,” ungkapnya.
Saat truk menghantam kios, seluruh penghuni langsung panik dan menyelamatkan diri keluar bangunan yang nyaris rata dengan tanah.
“Semua melarikan diri menyelamatkan diri, tidak ada yang terluka.”
“Bapak bangun keluar, ibu ke pojokan,” ujarnya.
Meski selamat, Alwi mengaku belum sempat mengetahui kondisi pengendara motor yang menjadi korban tabrakan lantaran fokus menyelamatkan keluarga serta melihat kondisi kios dan peralatan kerjanya yang hancur.
“Terus terang saya fokus ke keluarga, kios dan peralatan kerja saya semuanya hancur,” katanya.
Hingga sekitar pukul 21.30 WIB, petugas Satlantas Polres Semarang masih berjaga di lokasi untuk mengatur arus lalu lintas dan melakukan proses evakuasi truk dari dalam selokan agar kemacetan tidak semakin parah. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















