Beranda Umum Nasional Prabowo Klaim Indonesia Kini Disegani Dunia, Bahkan Sejumlah Negara Minta Bantuan

Prabowo Klaim Indonesia Kini Disegani Dunia, Bahkan Sejumlah Negara Minta Bantuan

Presiden Prabowo Subianto | Instagram

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Presiden Prabowo Subianto menyebut posisi Indonesia di mata dunia internasional semakin diperhitungkan. Bahkan, sejumlah negara disebut mulai menggantungkan kebutuhan tertentu kepada Indonesia, terutama untuk pasokan pupuk.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menyampaikan pidato dalam rapat paripurna DPR RI terkait Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEMPPKF) RAPBN 2027 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Menurut Prabowo, produksi pupuk nasional saat ini berada dalam kondisi surplus sehingga mampu membantu kebutuhan negara lain. Ia menyebut beberapa negara yang telah meminta dukungan pasokan pupuk kepada Indonesia di antaranya Australia, India, Brasil, dan Filipina.

“Kita sekarang diminta membantu negara-negara lain karena produksi pupuk kita berlebih,” ujar Prabowo.

Ia mengaku situasi tersebut menjadi pengalaman yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya. Menurutnya, Indonesia kini mampu memberi bantuan kepada negara-negara yang secara ekonomi bahkan dinilai lebih maju.

Prabowo juga mengungkapkan dirinya merasakan penghormatan yang besar dari negara lain setiap melakukan kunjungan luar negeri sebagai Presiden RI.

“Saya merasakan penghormatan yang luar biasa ketika datang sebagai Presiden Indonesia,” katanya.

Meski demikian, Prabowo meminta capaian tersebut tidak membuat bangsa Indonesia terlena ataupun bersikap jumawa. Ia menilai kondisi itu justru harus menjadi pemantik untuk memperkuat rasa percaya diri nasional.

Baca Juga :  Ratusan Driver Ojol Jateng Berunjuk Rasa, Desak Tarif Naik dan Aplikator Tak Sewenang-wenang

Menurutnya, Indonesia masih memiliki berbagai persoalan yang harus dibenahi, termasuk praktik penyelewengan di dalam negeri. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa menghadapi tantangan bersama demi mendorong pertumbuhan yang lebih besar.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung prediksi sejumlah ekonom dunia yang memperkirakan Indonesia berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045.

Ia menyebut sejumlah proyeksi internasional menempatkan Indonesia di posisi empat atau lima besar ekonomi dunia, bahkan diprediksi melampaui beberapa negara Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Italia.

Selain menyoroti posisi Indonesia di tingkat global, Prabowo turut memaparkan target ekonomi pemerintah pada 2027. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 5,8 hingga 6,5 persen dengan inflasi sekitar 1,5 sampai 3,5 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah diproyeksikan berada pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

Prabowo menegaskan pemerintah akan menjaga stabilitas fiskal dan moneter agar nilai tukar tetap terkendali. Pemerintah juga menargetkan defisit APBN tetap berada pada level aman, yakni sekitar 1,8 hingga 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Di sisi lain, pemerintah juga mulai memperkuat tata kelola ekspor sumber daya alam. Prabowo mengumumkan penerbitan Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.

Baca Juga :  Menkes Budi Gunadi Sadikin Dilaporkan Terkait Dugaan Pemalsuan Gelar Akademik

Melalui aturan tersebut, ekspor sejumlah komoditas strategis seperti kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi nantinya wajib dilakukan melalui BUMN yang ditunjuk pemerintah sebagai pengekspor tunggal.

Kebijakan itu disebut bertujuan memperkuat pengawasan ekspor sekaligus meningkatkan transparansi transaksi perdagangan internasional Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah juga telah membentuk perusahaan BUMN baru bernama PT Danantara Sumber Daya Indonesia untuk mendukung pengelolaan ekspor tersebut.

Sementara Menteri Investasi Rosan Roeslani mengatakan pembentukan perusahaan itu juga diarahkan untuk meminimalkan praktik under invoicing maupun transfer pricing dalam kegiatan ekspor nasional. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.