Beranda Daerah Wonogiri Wonogiri Digempur 186 Bencana di Awal 2026, Kerugian Tembus 3,4 M

Wonogiri Digempur 186 Bencana di Awal 2026, Kerugian Tembus 3,4 M

Longsor
Tanah longsor di Laporan Giritirto Wonogiri. Dok. Polres Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ancaman bencana di Kabupaten Wonogiri terus menjadi perhatian serius. Data terbaru menunjukkan tren kejadian kebencanaan yang masih tinggi, bahkan jumlah kejadian pada awal tahun 2026 sudah melampaui catatan sepanjang tahun sebelumnya.

Kondisi ini menjadi alasan kuat dibentuknya Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) di Kabupaten Wonogiri sebagai langkah mempercepat penanganan dan memperkuat kesiapsiagaan hingga tingkat wilayah.

Bupati Setyo Sukarno menyampaikan hal tersebut saat Pengukuhan Pembentukan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) Kabupaten Wonogiri di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Senin (18/5/2026). Ia berharap momentum tersebut mampu memperkuat kelembagaan bidang kemanusiaan sekaligus memperbesar upaya menghadapi ancaman bencana yang tersebar hampir di seluruh wilayah Wonogiri.

“Semoga melalui momentum kegiatan pada hari ini akan menguatkan secara kelembagaan bidang kemanusiaan dan segenap daya upaya untuk mengatasi kebencanaan di Kabupaten Wonogiri,” ujar Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.

Ia juga mengaitkan semangat kebencanaan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Wonogiri ke-285 yang mengusung tema “Manunggal Sedya”. Menurutnya, nilai kebersamaan dan kemanunggalan harus menjadi fondasi dalam menjalankan tugas-tugas kemanusiaan, baik di wilayah Wonogiri maupun daerah lain yang membutuhkan dukungan.

Ancaman bencana di Wonogiri sendiri bukan persoalan kecil. Sebaran kerawanan yang hampir merata di berbagai wilayah membuat langkah preventif menjadi prioritas utama untuk menekan risiko korban dan kerugian.

Data kebencanaan menunjukkan situasi yang perlu mendapat perhatian besar:

Baca Juga :  Banter Melaju! Ketika 25 Warga Temboro Karangtengah Mendadak Sumringah

🟢 Tahun 2025
✓ 162 kejadian bencana
✓ Kerugian material mencapai Rp3,81 miliar

🔴 Memasuki tahun 2026
✓ Sudah tercatat 186 kejadian bencana
✓ Kerugian material mencapai Rp3,463 miliar

Jumlah kejadian pada awal 2026 bahkan telah melampaui total kejadian sepanjang 2025. Fakta ini memperlihatkan bahwa penguatan kapasitas daerah hingga level kecamatan menjadi kebutuhan mendesak.

Bupati menegaskan, hadirnya Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) memiliki peran strategis karena mampu memangkas jarak dan waktu respon saat kondisi darurat terjadi.

“Hadirnya Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana) menjadi satu hal yang strategis dan mendesak untuk memangkas jarak respon kedaruratan, karena setiap kecamatan memiliki kemampuan yang mandiri dalam mengidentifikasi risiko bencana, dan mampu melakukan penanganan awal secara cepat. Dengan demikian, akan memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Melalui Kencana, setiap kecamatan diharapkan tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi berubah menjadi pusat kesiapsiagaan yang mampu bergerak mandiri saat bencana muncul. Mulai dari pemetaan risiko, penanganan awal, hingga koordinasi relawan di tingkat wilayah.

Ke depan, penguatan model Pentahelix juga akan terus didorong dengan melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, serta media agar gerakan “Wonogiri Tangguh” semakin kuat dan terintegrasi.

Fokus utama pasca pengukuhan Kencana kini langsung diarahkan kepada seluruh camat di Kabupaten Wonogiri. Pesan Bupati jelas: jangan menunggu bencana datang baru bergerak.

🟢 Pesan penting kepada Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana):

Baca Juga :  Bulukerto Geger! Bikin Kampung Susu Pertama di Wonogiri, Permintaan Mulai Melonjak

✓ Segera lakukan konsolidasi relawan di masing-masing wilayah
✓ Percepat pemetaan titik rawan bencana
✓ Optimalkan kelembagaan secara berkelanjutan
✓ Penuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) kebencanaan
✓ Perkuat edukasi masyarakat terkait mitigasi bencana
✓ Tingkatkan kemandirian dan kesiapsiagaan warga menghadapi ancaman bencana

“Selanjutnya, dengan dikukuhkannya Kecamatan Tangguh Bencana di Kabupaten Wonogiri, saya berpesan kepada para Camat untuk segera melakukan konsolidasi relawan dan pemetaan titik rawan di wilayah masing-masing,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, “Optimalkan peran kelembagaan secara berkelanjutan dengan memenuhi Standar Pelayanan Minimal, serta terus berupaya dalam mengedukasi dan meningkatkan kemandirian dan kesiapsiagaan masyarakat, dalam menghadapi ancaman kebencanaan.”

Dengan lonjakan kejadian bencana yang sudah mencapai 186 kasus pada awal 2026, keberadaan Kecamatan Tangguh Bencana bersama Destana Keltana dan lainnya kini menjadi garda terdepan untuk mempercepat respon, memperkuat mitigasi, dan menjaga keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Wonogiri. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.