Beranda Daerah Wonogiri Jalan Rusak Puluhan Tahun Bikin Emosi, Ahmad Luthfi Janji Perbaikan Akhir 2026!...

Jalan Rusak Puluhan Tahun Bikin Emosi, Ahmad Luthfi Janji Perbaikan Akhir 2026! Warga: Kami Catat Omonganmu

Jalan rusak
Pengendara melintas di dekat lubang jalan di Krapyak, Nguntoronadi Wonogiri, Senin (16/12/2024). Joglosemarnews.com/Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Janji besar dilontarkan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terkait persoalan jalan rusak yang selama ini menjadi keluhan masyarakat di berbagai daerah. Jalan berlubang, aspal mengelupas hingga ruas jalan yang bertahun-tahun hanya mendapat tambalan sementara kini masuk dalam daftar prioritas utama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi memastikan pembangunan dan perbaikan jalan akan menjadi fokus utama pada perubahan anggaran tahun 2026. Pokok Pikiran (Pokir) yang selama ini menjadi bagian dari penganggaran DPRD Jawa Tengah akan direvitalisasi dan diarahkan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan.

Langkah tersebut muncul setelah banyaknya keluhan masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah yang menginginkan perbaikan jalan dilakukan secara serius dan menyeluruh. Menurut Ahmad Luthfi, kondisi jalan yang rusak tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut keselamatan pengguna jalan setiap hari.

“Prioritas infrastruktur jalan. Di anggaran perubahan nanti kita ubah. Pokir akan direvitalisasi untuk infrastruktur jalan,” tegas Ahmad Luthfi sebagaimana dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dilansir dari laman resmi Pemprov Jateng.

Menurut Ahmad Luthfi, permintaan pembangunan dan perbaikan jalan tidak hanya datang dari satu daerah saja. Aspirasi serupa juga mengalir dari banyak kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Kondisi tersebut diperparah oleh musim hujan panjang yang terjadi sejak tahun lalu hingga awal 2026 sehingga mempercepat kerusakan sejumlah ruas jalan.

Baca Juga :  Tangis Pecah di SDN 1 Pokoh Kidul! Orang Tua dan Siswa Saling Berpelukan, Momen Perpisahan Ini Bikin Hati Meleleh

Kini saat memasuki musim kemarau, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mulai melakukan pengecekan ulang terhadap kondisi jalan untuk menentukan titik-titik yang akan menjadi prioritas perbaikan. Ahmad Luthfi ingin angka jalan rusak di Jawa Tengah berkurang secara signifikan sebelum akhir tahun 2026.

Sebelumnya, pada tahun 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp75 miliar untuk penanganan jalan provinsi maupun kabupaten. Namun Ahmad Luthfi menegaskan bahwa kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama. Ia tidak ingin perbaikan dilakukan asal jadi yang akhirnya membuat jalan kembali rusak dalam waktu singkat.

Pesan tersebut mendapat perhatian khusus dari masyarakat, terutama para pengguna jalan yang setiap hari berhadapan dengan kondisi jalan rusak.

Di Kabupaten Wonogiri misalnya, keluhan mengenai jalan provinsi yang rusak sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Banyak ruas jalan yang berulang kali ditambal, namun lapisan aspalnya cepat mengelupas dan kembali berlubang.

Situasi inilah yang membuat publik kini mulai mencatat janji Ahmad Luthfi. Bagi warga dan pengguna jalan, akhir tahun 2026 menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana komitmen perbaikan jalan benar-benar diwujudkan di lapangan.

Baca Juga :  Dituntut Dicopot, Camat Selogiri Fredy Sasono: Saya Prajurit

“Harapan masyarakat sebenarnya sederhana, yakni jalan yang aman, nyaman dan bertahan lama. Bukan lagi tambalan sementara yang rusak setelah beberapa bulan,” jelas salah satu pengguna jalan.

Dengan fokus anggaran yang kini diarahkan ke sektor infrastruktur jalan, warga berharap wajah jalan-jalan di Jawa Tengah bisa berubah lebih baik dan mampu mendukung aktivitas ekonomi maupun mobilitas masyarakat sehari-hari.

Kini bola berada di tangan pemerintah. Janji sudah disampaikan, target sudah ditetapkan, dan masyarakat pun telah mencatatnya. Akhir 2026 akan menjadi ujian besar bagi upaya perbaikan jalan di Jawa Tengah.

“Kami catat omonganmu saudara Luthfi,” tegas pengguna jalan lainnya. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.