
WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus dugaan minyak goreng Minyakita bermasalah yang sempat membuat sejumlah warga mengeluhkan gangguan kesehatan di Kabupaten Wonogiri terus mendapat perhatian. Setelah muncul laporan warga yang mengaku mengalami batuk-batuk usai mengonsumsi makanan yang digoreng menggunakan minyak tersebut, produsen Minyakita PT Kusuma Mukti Remaja Karanganyar mengambil langkah cepat dengan menarik seluruh produk yang diduga bermasalah dari masyarakat dan menggantinya dengan produk baru.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan konsumen sekaligus menjawab keresahan warga yang menerima minyak goreng dalam paket Bantuan Pangan.
Tidak hanya melakukan penarikan produk, perusahaan juga menyatakan siap menanggung layanan kesehatan bagi warga yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi makanan yang diolah menggunakan minyak yang diduga bermasalah tersebut.
Direktur PT Kusuma Mukti Remaja Karanganyar, Joko Mulyono Mukti Wijaya, mengatakan pihaknya langsung bergerak begitu menerima informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Bersama BULOG, pemerintah daerah, dinas terkait, aparat, hingga pemerintah desa, tim perusahaan turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan serta penanganan.
“Jadi minyak yang diduga bermasalah tersebut sudah ditarik dan diganti yang baru semuanya. Ini tadi yang sudah ditarik full di Kecamatan Kismantoro, daerah lain on proses,” jelasnya, Jumat (19/6/2026) malam.
Menurutnya, perusahaan tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan konsumen. Karena itu seluruh produk yang terindikasi bermasalah langsung ditarik dari peredaran sambil menunggu hasil investigasi lebih lanjut mengenai penyebab munculnya keluhan dari masyarakat.
Terkait warga yang mengaku mengalami batuk-batuk setelah mengonsumsi makanan yang digoreng menggunakan minyak tersebut, perusahaan memastikan tidak akan lepas tangan. Setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti dan mendapatkan perhatian serius. Perusahaan bakal menanggung layanan medis atas keluhan kesehatan masyarakat tersebut.
“Saat ini perusahaan masih melakukan investigasi penyebabnya apa, kenapa bisa seperti itu. Karena pabrik juga memproduksi sangat banyak,” lanjut Joko.
Di sisi lain, Perum BULOG Kantor Cabang Surakarta juga bergerak cepat merespons laporan dari Penerima Bantuan Pangan (PBP) terkait temuan minyak goreng yang dinilai kurang layak dikonsumsi dalam paket bantuan pangan di Kabupaten Wonogiri.
Begitu menerima laporan, BULOG langsung menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap produk yang telah didistribusikan. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah desa, dinas terkait, hingga produsen agar penanganan bisa dilakukan secara menyeluruh dan cepat.
✓ Penarikan minyak goreng yang sudah terlanjur diterima masyarakat.
✓ Penggantian seluruh minyak goreng dengan produk baru sesuai standar mutu.
✓ Pengecekan distribusi di wilayah lain untuk memastikan tidak ada produk serupa yang masih beredar.
✓ Pendataan warga yang menyampaikan keluhan kesehatan pasca konsumsi.
Pemimpin Cabang BULOG Surakarta, Nanang Harianto, menegaskan bahwa langkah penggantian dilakukan secepat mungkin agar masyarakat tetap mendapatkan bantuan pangan yang aman dan berkualitas.
“Begitu menerima aduan dari Penerima Bantuan Pangan, kami langsung menurunkan tim ke lokasi hari itu juga untuk melakukan pengecekan secara langsung. Kami pastikan seluruh minyak goreng yang sudah tersalur di desa tersebut langsung ditarik dan diganti dengan minyak goreng yang bermutu prima saat itu juga,” tegas Nanang Harianto.
BULOG juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif melaporkan temuan di lapangan. Menurutnya, partisipasi warga sangat membantu dalam menjaga kualitas komoditas bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat.
Masyarakat penerima bantuan diimbau tidak ragu melaporkan apabila menemukan produk yang tidak sesuai standar kualitas. Setiap laporan akan segera ditindaklanjuti guna memastikan bantuan yang diterima benar-benar aman untuk dikonsumsi.
Hingga saat ini, BULOG Surakarta mencatat penyaluran Bantuan Pangan di wilayah Solo Raya telah mencapai 96,79 persen. Sementara khusus Kabupaten Wonogiri, realisasi distribusi telah mencapai 93,83 persen. BULOG menargetkan seluruh distribusi bantuan pangan dapat tuntas 100 persen sebelum akhir bulan ini.
Sedangkan sejumlah warga yang dihubungi mengaku puas dengan kinerja produsen, BULOG dan pihak terkait. Pasalnya langsung bergerak cepat menarik minyak dari peredaran. Selanjutnya diganti dengan minyak berkualitas baik.
Warga memberikan acungan jempol atas aksi tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat yang disalurkan melalui program bantuan pangan. Di tengah proses investigasi yang masih berlangsung, langkah penarikan massal produk dan kesiapan perusahaan menanggung layanan medis bagi warga yang terdampak menjadi bagian dari upaya penanganan cepat untuk menjaga keamanan konsumen sekaligus memastikan distribusi bantuan pangan tetap berjalan lancar. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













