Beranda Umum Investor Kembali Optimistis, IHSG Ditutup Menghijau dan Rupiah Menguat

Investor Kembali Optimistis, IHSG Ditutup Menghijau dan Rupiah Menguat

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Bursa saham Indonesia menutup perdagangan Jumat (3/7/2026) dengan kinerja impresif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat 2,28 persen hingga berakhir di level 5.875,7, sekaligus melanjutkan tren penguatan yang sudah terlihat sejak awal perdagangan.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan, sepanjang sesi perdagangan nilai transaksi mencapai Rp10,54 triliun. Aktivitas pasar tercatat cukup ramai dengan frekuensi transaksi sekitar 1,38 juta kali dan volume perdagangan mencapai 18,15 miliar lembar saham.

Sejak sesi pembukaan, IHSG langsung bergerak di jalur positif. Bahkan pada penutupan sesi pertama, indeks sempat menguat 2,46 persen ke posisi 5.886,01 sebelum akhirnya ditutup sedikit lebih rendah namun tetap mengukir kenaikan signifikan.

Seluruh indeks sektoral berakhir di zona hijau. Sektor perindustrian menjadi motor penguatan setelah indeks IDXINDUST melonjak 3,61 persen. Di belakangnya, sektor barang baku (IDXBASIC) turut mencatat kenaikan sebesar 3,24 persen.

Baca Juga :  Pengangguran Asal Kulonprogo Ini Tipu Pencari Kerja Hingga Puluhan Juta Rupiah

Tak hanya pasar saham, mata uang rupiah juga menunjukkan performa positif. Kurs rupiah di pasar spot ditutup menguat 32 poin atau sekitar 0,18 persen ke level Rp17.963 per dolar Amerika Serikat.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah pada pekan depan masih akan diwarnai fluktuasi. Meski demikian, ia menilai mata uang Garuda berpeluang mempertahankan penguatan.

“Di rentang Rp17.910-17.970 per dolar AS,” ucapnya lewat analisis rutinnya Jumat, 3 Juli 2026.

Menurut Ibrahim, penguatan rupiah tidak lepas dari melemahnya indeks dolar Amerika Serikat. Pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran yang dinilai berpotensi memengaruhi sentimen global.

Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Iran telah menyetujui hampir seluruh hal yang diinginkan Washington memunculkan optimisme bahwa proses perundingan mulai menunjukkan kemajuan.

Namun demikian, ketidakpastian belum sepenuhnya mereda. Iran masih menolak usulan untuk melepaskan klaim atas Selat Hormuz, jalur strategis bagi distribusi minyak dunia.

Baca Juga :  Pengangguran Asal Kulonprogo Ini Tipu Pencari Kerja Hingga Puluhan Juta Rupiah

“Kondisi tersebut menghadirkan sinyal yang beragam bagi pelaku pasar. ‘Sinyal yang beragam membuat risiko geopolitik tetap menjadi perhatian para pedagang, bahkan ketika kekhawatiran akan gangguan langsung terhadap pasokan minyak mentah Teluk terus mereda,’” ujar Ibrahim. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.