
KLATEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Klaten kembali menghadirkan Klaten Lurik Carnival (KLC) 2026 sebagai salah satu rangkaian kegiatan memperingati Hari Jadi Kabupaten Klaten ke-222. Mengusung konsep karnaval seni budaya, kegiatan ini akan menampilkan kreativitas masyarakat melalui balutan kain lurik yang menjadi salah satu identitas budaya khas Kabupaten Klaten.
Klaten Lurik Carnival 2026 dijadwalkan berlangsung pada Senin (27/7/2026) mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Karnaval akan mengambil lokasi di Alun-Alun Klaten dan sepanjang Jalan Pemuda.
Dengan mengusung tema “Memintal Benang, Menenun Karya, Menghadirkan Makna”, KLC 2026 menjadi ruang ekspresi bagi masyarakat, seniman, pelaku budaya, desainer, sekolah, hingga para pengrajin lurik untuk menuangkan gagasan kreatif melalui karya seni pertunjukan.
Kain lurik Klaten sebelumnya telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Kabupaten Klaten oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Melalui penyelenggaraan KLC, pemerintah daerah berupaya melakukan pelindungan, pengembangan, serta pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan agar lurik tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Tidak sekadar menjadi ajang hiburan, Klaten Lurik Carnival juga diarahkan sebagai wadah untuk memperkenalkan potensi lurik kepada masyarakat luas, sekaligus mendorong kreativitas para pelaku seni dan ekonomi kreatif di Kabupaten Klaten.
Pada pelaksanaan tahun 2026 ini, sebanyak 20 peserta akan ambil bagian dalam parade budaya tersebut. Para peserta berasal dari berbagai unsur, mulai masyarakat, sekolah, pelaku seni, pengusaha, pengrajin lurik, hingga desainer Kabupaten Klaten yang akan berkolaborasi menghadirkan pertunjukan dengan konsep kreatif.
Setiap peserta akan menampilkan karya terbaiknya di depan panggung kehormatan dengan durasi maksimal tujuh menit. Penampilan tersebut akan dinilai oleh dewan juri yang memiliki latar belakang di bidang seni dan budaya, salah satunya Dr. Sawitri.
Dr. Sawitri dikenal sebagai akademisi sekaligus pegiat seni budaya. Ia merupakan dosen Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, serta aktif sebagai penulis, seniman, pegiat budaya, dan aktivis organisasi kemasyarakatan.
Kehadiran dewan juri dengan latar belakang akademisi dan praktisi budaya tersebut diharapkan mampu memberikan penilaian secara objektif terhadap kreativitas, konsep, serta kekuatan artistik yang ditampilkan para peserta.
Penjurian akan dilakukan di dua lokasi, yakni panggung kehormatan di Alun-Alun Klaten dan panggung kehormatan di depan Kodim 0723 Klaten. Adapun aspek yang dinilai meliputi penataan dan penyajian kostum berbahan lurik, kesesuaian properti, penataan musik atau iringan, serta penampilan umum yang mencakup kesinambungan, keserasian, dan kesesuaian dengan tema.
Untuk memperkuat karakter budaya dalam pertunjukan, peserta diwajibkan menggunakan iringan musik dengan dominasi instrumen tradisional maupun garapan. Peserta juga tidak diperkenankan menggunakan kendaraan bermesin selama mengikuti rangkaian karnaval.
Panitia akan memberikan apresiasi kepada para peserta terbaik melalui penghargaan berupa uang pembinaan, trofi kejuaraan, dan piagam penghargaan. Kategori penghargaan meliputi Juara I, Juara II, Juara III, Juara Harapan I, dan Juara Harapan II.
Melalui Klaten Lurik Carnival 2026, Pemerintah Kabupaten Klaten berharap lurik semakin dikenal luas sebagai warisan budaya lokal. Selain menjadi simbol identitas daerah, lurik juga diharapkan terus menjadi sumber inspirasi bagi lahirnya karya seni kreatif serta penguatan ekonomi masyarakat. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














