WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Siapa bilang gelar sarjana harus selalu ditutup dengan skripsi setebal ratusan halaman? Di tengah berbagai tantangan dunia akademik, seorang mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri justru membuktikan ada jalan lain yang tak kalah bergengsi.
Indi Darma Oktavia, mahasiswi Program Studi Pendidikan Keagamaan Buddha, sukses menyelesaikan pendidikan sarjananya melalui jalur publikasi ilmiah. Yang membuat pencapaian ini semakin menarik, artikel hasil penelitiannya berhasil diterbitkan pada jurnal nasional terakreditasi SINTA 2, sehingga ia dinyatakan lulus tanpa harus menempuh skripsi konvensional.
Capaian tersebut langsung menjadi perhatian karena tidak semua mahasiswa mampu menembus jurnal dengan tingkat akreditasi tinggi. Proses publikasi di jurnal SINTA 2 dikenal memiliki standar yang ketat, mulai dari seleksi naskah, penilaian para reviewer atau peer review, hingga revisi berulang agar memenuhi kaidah ilmiah nasional.
Artikel ilmiah yang mengantarkan Indi meraih gelar sarjana berjudul “Digital Anxiety and Learning Focus Among Senior High School Students: A Mixed-Methods Study from a Buddhist Psychology Perspective in Wonogiri, Indonesia.”
Penelitian tersebut mengangkat fenomena yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda saat ini, yakni kecemasan digital dan pengaruhnya terhadap fokus belajar siswa sekolah menengah atas. Dengan menggunakan pendekatan psikologi Buddha dan metode penelitian campuran (mixed methods), penelitian ini memberikan perspektif baru yang relevan dengan perkembangan dunia pendidikan di era digital.
Keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa STABN Raden Wijaya tidak hanya dibekali kemampuan akademik di ruang kelas, tetapi juga didorong menghasilkan penelitian yang mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan.
Jalur publikasi ilmiah sendiri menjadi alternatif penyelesaian tugas akhir sesuai ketentuan akademik yang berlaku. Namun, syaratnya jauh dari kata mudah. Mahasiswa harus mampu menghasilkan karya ilmiah yang layak dipublikasikan pada jurnal bereputasi dan lolos seluruh tahapan penilaian akademik.
Ketua STABN Raden Wijaya Wonogiri, Dr Sulaiman, PhD memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Indi membuktikan bahwa mahasiswa STABN Raden Wijaya mampu bersaing di tingkat nasional melalui karya ilmiah yang berkualitas.
“Saya sangat mengapresiasi prestasi yang membanggakan ini. Capaian tersebut diharapkan menjadi motivasi dan inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya serta meningkatkan budaya riset melalui publikasi ilmiah,” ujar Sulaiman, Minggu (19/7/2026).
Ia menilai budaya penelitian harus terus diperkuat agar mahasiswa tidak hanya mengejar kelulusan, tetapi juga menghasilkan karya yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia pendidikan.
Sementara itu, Indi Darma Oktavia mengaku perjalanan hingga artikelnya diterima di jurnal SINTA 2 bukanlah proses yang singkat. Dibutuhkan kesabaran, komitmen, disiplin, dan semangat belajar yang konsisten selama menyusun penelitian hingga melewati berbagai tahapan revisi.
Ia juga mengungkapkan dukungan dosen pembimbing, keluarga, dan teman-teman menjadi energi penting yang membuatnya mampu menyelesaikan seluruh proses publikasi hingga akhirnya berhasil meraih gelar sarjana.
Prestasi tersebut menjadi angin segar bagi dunia pendidikan tinggi, terutama dalam membangun budaya riset di kalangan mahasiswa. Semakin banyak karya ilmiah yang berhasil dipublikasikan pada jurnal nasional terakreditasi, semakin besar pula kontribusi perguruan tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Bagi STABN Raden Wijaya Wonogiri, keberhasilan ini memperkuat langkah institusi dalam mencetak lulusan yang unggul, adaptif, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menjawab tantangan akademik melalui penelitian yang berkualitas.
Di tengah era digital yang menuntut inovasi dan produktivitas ilmiah, kisah Indi Darma Oktavia menjadi contoh bahwa mahasiswa tidak hanya dapat lulus tepat waktu, tetapi juga mampu meninggalkan jejak akademik melalui publikasi yang diakui secara nasional. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















