Beranda Daerah Wonogiri Wonogiri Masuk 10 Besar Daerah Judol! Bupati Langsung Ajak LDII Bergerak, 800...

Wonogiri Masuk 10 Besar Daerah Judol! Bupati Langsung Ajak LDII Bergerak, 800 Pemuda Turun Gunung Bangun Generasi Anti Judol

Judol
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno didampingi Wabup Imron Rizkiyarno dan jajaran DPD LDII Wonogiri saat pembukaan Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 Tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Samaharjo, Desa Mangunharjo, Kecamatan Jatipurno, Jumat (10/7/2026). Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fakta mengejutkan terungkap dari Kabupaten Wonogiri. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, ancaman judi online (judol) justru semakin mengkhawatirkan. Bahkan, Wonogiri disebut masuk dalam 10 besar kabupaten di Jawa Tengah dengan transaksi judi online tertinggi, dengan perputaran uang yang diperkirakan mencapai Rp128 miliar setiap tahun.

Kondisi tersebut membuat Bupati Wonogiri Setyo Sukarno angkat bicara. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya organisasi kemasyarakatan Islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), untuk ikut mengambil peran aktif memerangi maraknya judi online yang dinilai semakin mengancam masa depan generasi muda.

Ajakan itu disampaikan Bupati saat menghadiri pembukaan Perkemahan Akhir Tahun Cinta Alam Indonesia (Permata CAI) ke-47 Tahun 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Samaharjo, Desa Mangunharjo, Kecamatan Jatipurno, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 250 pemuda LDII dari berbagai wilayah. Hadir pula Wakil Bupati Wonogiri Imron Riskyarno, jajaran DPRD, Forkopimcam, kepala desa, lurah, hingga tokoh masyarakat yang memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi muda.

Dalam sambutannya, Setyo Sukarno menilai perkembangan teknologi informasi ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi mampu membuka peluang besar bagi pendidikan, ekonomi, dan inovasi. Namun di sisi lain, teknologi juga menjadi pintu masuk berbagai ancaman seperti judi online, penyebaran hoaks, hingga penyalahgunaan media sosial apabila tidak digunakan secara bijak.

Ia berharap para pemuda LDII mampu menjadi contoh dalam memanfaatkan teknologi secara positif untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Manfaatkan transformasi teknologi informasi sebaik-baiknya,” pesan Bupati Setyo Sukarno di hadapan para peserta perkemahan.

Baca Juga :  Ngeri! Api Tiba-Tiba Mengamuk di Dekat SPBU Suci Pracimantoro, Asap Tebal Picu Kepanikan Pengendara

Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda menjadi pekerjaan besar yang harus dilakukan bersama. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dukungan organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, keluarga, dan lingkungan.

Bupati juga menilai kegiatan Permata CAI memiliki nilai strategis dalam mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Melalui kegiatan perkemahan, peserta tidak hanya diajak lebih dekat dengan alam, tetapi juga dibekali pendidikan karakter, kepemimpinan, kedisiplinan, wawasan kebangsaan, penguatan iman dan takwa, serta kemampuan menghadapi tantangan era digital.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Wonogiri, Sutoyo, menjelaskan bahwa kegiatan Permata CAI ke-47 Tahun 2026 tidak hanya berlangsung di Jatipurno. Selama liburan akhir tahun, kegiatan serupa digelar secara serentak di enam titik dengan total sekitar 800 peserta dari berbagai kecamatan di Kabupaten Wonogiri.

Pembagian lokasi kegiatan meliputi:

✓ Sektor Jatipurno diikuti sekitar 250 peserta.

✓ Sektor Eromoko yang mencakup Eromoko, Pracimantoro, Wuryantoro, Baturetno dan wilayah sekitarnya diikuti sekitar 200 peserta.

✓ Sektor Purwantoro yang meliputi Purwantoro, Kismantoro, Puhpelem, Slogohimo dan sekitarnya diikuti sekitar 200 peserta.

✓ Sektor Kota yang meliputi Kecamatan Wonogiri, Selogiri, Ngadirojo, Nguntoronadi, Sidoharjo dan wilayah sekitar diikuti sekitar 200 peserta.

Menurut Sutoyo, seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mencetak generasi muda yang religius, mandiri, profesional, berkarakter, serta mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan nilai moral dan akhlak.

Peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari penguatan keimanan dan ketakwaan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kepemimpinan, kerja sama tim, hingga pembentukan karakter yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Baca Juga :  OTT KPK Merambah Wonogiri! Logam Mulia dan Duit Miliaran Ikut Disita

Usai mengikuti pembinaan, para peserta diharapkan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Mereka didorong untuk membagikan ilmu yang diperoleh kepada teman sebaya, aktif bersinergi dengan masyarakat maupun organisasi lain, serta saling mengingatkan agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif, termasuk judi online dan penyalahgunaan teknologi digital.

Sutoyo juga menambahkan bahwa kegiatan perkemahan turut memberikan ruang bagi tumbuhnya semangat kewirausahaan di kalangan pemuda. Berbagai stan UMKM yang dikelola pemuda LDII ikut meramaikan lokasi kegiatan sehingga peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam mengembangkan jiwa usaha.

“Selain mendapat pembekalan materi tentang agama dan ilmu pengetahuan teknologi terkini, di ajang ini kita melatih kemandirian dengan banyaknya usaha UMKM yang dimotori kalangan pemuda LDII ikut berpartisipasi meramaikan acara perkemahan,” ujar Sutoyo.

Melalui kegiatan tersebut, LDII berharap lahir generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik dan teknologi, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, semangat kewirausahaan, cinta lingkungan, serta mampu menjadi benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan digital yang semakin kompleks. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.