Beranda Edukasi Pendidikan Bagikan 950 Bibit Cabai, KKN 08 Tematik UNS 2026 Ajak Warga Kamijoro...

Bagikan 950 Bibit Cabai, KKN 08 Tematik UNS 2026 Ajak Warga Kamijoro Panen dari Rumah

Annindya, selaku penanggungjawab program kerja secara simbolis menyerahkan bibit cabai kepada Dukuh Kamijoro,  Felix Supriasto | Foto: Dok. KKN 08 Tematik UNS 2026

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM Upaya membangun ketahanan pangan tidak selalu harus dimulai dari lahan pertanian yang luas. Dari halaman rumah, pekarangan, hingga sudut-sudut kecil di sekitar tempat tinggal, warga juga dapat mulai menanam kebutuhan pangan sendiri.

Semangat itulah yang dibawa Kelompok 08 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) 2026 melalui program bertajuk “Panen dari Rumah” di Padukuhan Kamijoro, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul.

Melalui program tersebut, mahasiswa KKN membagikan sebanyak 950 bibit cabai kepada masyarakat yang tersebar di tujuh RT di wilayah Padukuhan Kamijoro. Setiap kepala keluarga memperoleh tiga bibit cabai untuk dirawat dan dibudidayakan secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Program itu menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia di sekitar rumah secara produktif, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga.

Pemilihan tanaman cabai bukan tanpa alasan. Komoditas tersebut menjadi salah satu kebutuhan yang cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, sehingga diharapkan hasil panennya kelak dapat dimanfaatkan langsung untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan hingga pendistribusian bibit kepada warga, berlangsung selama kurang lebih satu minggu.

Dua mahasiswi KKN Tematik UNS 2026 tengah menata bibit cabai sebelum didistribusikan kepada warga di Padukuhan Kamijoro, Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Bantul. Sebanyak 950 bibit cabai disiapkan dalam program “Panen dari Rumah” sebagai upaya mendorong ketahanan pangan keluarga dan pemanfaatan lahan di sekitar rumah | Foto: Dok. KKN 08 Tematik UNS 2026

Sebelum dibagikan, bibit cabai terlebih dahulu dipindahkan ke dalam polybag yang telah diberi media tanam. Bibit yang baru datang juga membutuhkan waktu sekitar dua hari untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan sebelum siap didistribusikan kepada masyarakat.

Proses pemindahan bibit dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi akar tanaman yang masih relatif rentan. Selama masa persiapan, bibit juga dirawat dan ditempatkan pada kondisi yang sesuai agar tetap tumbuh dengan baik hingga waktu pembagian.

Baca Juga :  Nilai Matematika Siswa SMPN 1 Selogiri Wonogiri Melompat ke 67,03%, Ternyata Ini Jurus PLATINUM
Secara simbolis, Annindya selaku penanggungjawab program kerja menyerahkan bibit cabai kepada Ketua RT  01, Anto   | Foto: Dok. KKN 08 Tematik UNS 2026

Setelah seluruh bibit siap, mahasiswa KKN kemudian berkoordinasi dengan para ketua RT di tujuh wilayah Padukuhan Kamijoro. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses pendistribusian berjalan tertib dan seluruh warga dapat terjangkau secara merata.

Bibit cabai selanjutnya diserahkan kepada masing-masing ketua RT untuk didistribusikan kepada warga di wilayahnya. Mekanisme tersebut dipilih agar pembagian dapat disesuaikan dengan jumlah kepala keluarga di setiap RT.

Tak sekadar membagikan bibit, program “Panen dari Rumah” juga disertai edukasi singkat mengenai perawatan dasar tanaman cabai. Warga diberikan informasi mengenai penyiraman dan pemeliharaan tanaman agar bibit yang diterima dapat tumbuh dengan baik hingga masa panen.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima bantuan bibit, tetapi juga berperan aktif merawat dan membudidayakan tanaman tersebut secara mandiri.

Pelaksanaan program ini mendapat dukungan dari berbagai unsur masyarakat dan pemerintah wilayah. Para ketua RT dari tujuh wilayah turut berperan dalam proses penerimaan dan pendistribusian bibit kepada warga.

Selain itu, Dukuh Kamijoro bersama anggota POKGIAT/LPMD juga terlibat dalam kegiatan penyerahan bibit secara simbolis yang dihadiri perwakilan masyarakat.

Dukungan perangkat kalurahan, termasuk Sekretaris Desa, serta koordinasi antara mahasiswa KKN, pemerintah kalurahan, pengurus wilayah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam kelancaran pelaksanaan program tersebut.

Hingga tahap distribusi, program “Panen dari Rumah” berhasil mencapai target dengan tersalurkannya 950 bibit cabai kepada masyarakat di tujuh RT Padukuhan Kamijoro.

Baca Juga :  Josjis! Team Jurnalistik SMPN 2 Giritontro Borong Dua Gelar di HUT ke-81 RI

Melalui program tersebut, warga memperoleh kesempatan untuk mulai memanfaatkan ruang atau lahan di sekitar rumah sebagai tempat budi daya tanaman pangan sederhana.

Jika dirawat dengan baik, tanaman cabai diperkirakan dapat mulai dipanen dalam waktu sekitar tiga bulan, tergantung pada kondisi pertumbuhan dan perawatannya.

Keberlanjutan program tersebut selanjutnya berada di tangan masyarakat sebagai penerima bibit. Warga diharapkan terus merawat tanaman hingga masa panen tiba dan, jika memungkinkan, mengembangkan budi daya tanaman pangan lainnya secara mandiri.

Dalam jangka panjang, langkah sederhana itu diharapkan dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk membeli cabai sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan lingkungan rumah secara produktif.

Melalui program “Panen dari Rumah”, KKN Tematik UNS 2026 di Padukuhan Kamijoro tidak hanya menghadirkan kegiatan pembagian bibit cabai. Lebih dari itu, program tersebut menjadi upaya untuk menanam semangat kemandirian pangan, dengan memulai dari ruang paling dekat dengan kehidupan masyarakat: rumah sendiri. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.