
WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – SMP Negeri 5 Wonogiri terus mematangkan langkah menuju predikat Sekolah Adiwiyata Nasional dengan meluncurkan sebuah inovasi lingkungan hidup bertajuk MANTAP (Merawat Alam Tingkatkan Prestasi). Program ini menjadi strategi baru sekolah untuk memperkuat budaya peduli lingkungan setelah sebelumnya berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata Kabupaten.
Tidak berhenti pada kegiatan penghijauan atau penanaman semata, program MANTAP mengedepankan pemeliharaan ekosistem sekolah secara berkelanjutan. Seluruh warga sekolah diajak terlibat aktif merawat tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, hingga melakukan pemupukan ramah lingkungan secara rutin agar kawasan sekolah tetap hijau, sehat, dan produktif.
Gerakan tersebut diprakarsai oleh pendidik SMPN 5 Wonogiri, Sudaryatmi, yang ingin membangun kebiasaan merawat lingkungan sebagai bagian dari karakter peserta didik. Menurutnya, keberhasilan penghijauan tidak cukup hanya diukur dari banyaknya tanaman yang ditanam, tetapi juga dari konsistensi dalam menjaga pertumbuhannya.
Melalui program MANTAP, berbagai jenis tanaman yang telah tumbuh di lingkungan sekolah mendapat perawatan berkala. Mulai dari tanaman buah, tanaman sayuran hingga Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dipelihara menggunakan metode yang lebih ramah lingkungan sehingga mampu mendukung keseimbangan ekosistem sekolah.
🌿 Fokus utama Program MANTAP meliputi:
🟢 ✓ Perawatan rutin tanaman buah.
🟢 ✓ Pemeliharaan tanaman sayuran.
🟢 ✓ Perawatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA).
🟢 ✓ Pemupukan ramah lingkungan.
🟢 ✓ Pelestarian ekosistem sekolah secara berkelanjutan.
Keberadaan tanaman yang terawat tidak hanya mempercantik lingkungan sekolah, tetapi juga menciptakan ruang belajar yang lebih nyaman. Udara yang lebih segar, area hijau yang tertata, dan lingkungan yang bersih diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar sekaligus membangun karakter siswa yang peduli terhadap alam.
Sudaryatmi menegaskan bahwa tujuan utama program ini adalah menjaga keseimbangan lingkungan sekolah sekaligus menciptakan atmosfer belajar yang mendukung peningkatan prestasi peserta didik.
“Melalui inovasi MANTAP, kami ingin memastikan ekosistem sekolah tetap seimbang, hijau, dan bermanfaat. Pemeliharaan dan pemupukan rutin pada tanaman buah, sayur, dan TOGA menciptakan lingkungan belajar yang asri dan sejuk. Lingkungan yang kondusif ini diyakini mampu memicu semangat belajar dan memupuk prestasi siswa,” ujar Sudaryatmi, Senin (3/8/2026).
Program tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Kepala SMPN 5 Wonogiri, Pudi Sri Maryatmo. Ia menilai budaya merawat lingkungan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter peduli terhadap kelestarian alam.
Menurutnya, MANTAP menjadi salah satu modal penting bagi sekolah yang tengah mempersiapkan diri mengikuti proses seleksi Sekolah Adiwiyata Nasional.
“Inovasi MANTAP merupakan bukti komitmen nyata sekolah aman dan nyaman serta visi terwujudnya murid yang berakhlak mulia, cerdas, terampil, berdaya saing dan berbudaya lingkungan dalam mengintegrasikan kepedulian lingkungan dengan pencapaian prestasi akademik maupun non-akademik. Kehadiran program ini menjadi modal dan pijakan yang sangat kuat bagi SMPN 5 Wonogiri yang saat ini tengah bersiap dan optimistis melangkah menuju seleksi menjadi Sekolah Adiwiyata Nasional,” tegas Pudi Sri Maryatmo.
Pelaksanaan program ini juga memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa. Mereka tidak hanya mempelajari teori tentang lingkungan hidup di dalam kelas, tetapi turut terlibat dalam merawat tanaman, mengenal teknik pemupukan, memahami fungsi TOGA, hingga menjaga keberlangsungan ekosistem sekolah.
Melalui aktivitas tersebut, siswa dilatih memiliki rasa tanggung jawab, disiplin, kerja sama, serta kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Kebiasaan sederhana seperti menyiram tanaman, membersihkan area hijau, hingga memastikan tanaman tumbuh dengan baik menjadi bagian dari pendidikan karakter yang diterapkan setiap hari.
Lingkungan sekolah yang hijau juga menghadirkan manfaat lain. Selain membuat kawasan belajar terasa lebih teduh dan nyaman, keberadaan tanaman mampu meningkatkan kualitas udara serta menciptakan suasana yang lebih mendukung proses pembelajaran.
Bagi SMPN 5 Wonogiri, keberhasilan menuju Sekolah Adiwiyata Nasional tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan administrasi, tetapi juga dari budaya yang benar-benar tumbuh di lingkungan sekolah. Karena itu, Program MANTAP dirancang sebagai gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh warga sekolah agar kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat kolaborasi antara guru, siswa, dan seluruh warga sekolah, SMPN 5 Wonogiri optimistis mampu melangkah lebih jauh dalam ajang Adiwiyata Nasional sekaligus melahirkan generasi yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














