Beranda Daerah Wonogiri Daftar 14 Kabupaten di Jateng Berstatus Awas Bencana Kekeringan, 4 dari Soloraya!...

Daftar 14 Kabupaten di Jateng Berstatus Awas Bencana Kekeringan, 4 dari Soloraya! Ada Wonogiri Sragen Karanganyar hingga Klaten

Kekeringan
Warga Pracimantoro Wonogiri memikul ember berisi air saat kemarau melanda. Istimewa

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ancaman kekeringan di Jawa Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Terbaru sebanyak 14 kabupaten ditetapkan dalam status Awas kekeringan meteorologis, dan empat di antaranya berada di kawasan Soloraya: Wonogiri, Sragen, Karanganyar, dan Klaten.

Status tersebut ditetapkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Tengah untuk periode 21–31 Agustus 2026.

Daftar 14 daerah yang masuk status Awas kekeringan meteorologis yakni:

✓ Wonogiri
✓ Sragen
✓ Karanganyar
✓ Klaten
✓ Demak
✓ Kudus
✓ Grobogan
✓ Jepara
✓ Pati
✓ Rembang
✓ Blora
✓ Purworejo
✓ Magelang
✓ Cilacap

Masuknya empat wilayah Soloraya dalam daftar tersebut menjadi perhatian karena kawasan ini memiliki sejumlah wilayah yang secara rutin menghadapi persoalan kekurangan air ketika musim kemarau berlangsung panjang.

BMKG juga memprakirakan peluang curah hujan rendah masih terjadi di seluruh wilayah Jawa Tengah hingga akhir September 2026. Awal September dipetakan sebagai salah satu fase paling kering, sehingga masyarakat dan pemerintah daerah diminta meningkatkan kesiapsiagaan.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk menekan dampak kekeringan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bahkan mendorong pelaksanaan modifikasi cuaca sebagai salah satu opsi menghadapi periode kering yang berkepanjangan.

Baca Juga :  Pracimantoro Juara Voli Piala Bupati Wonogiri 2026

“Dengan harapan ini bisa mengurangi kekeringan panjang di tahun ini,” kata Taj Yasin seusai memberikan mauidhah hasanah dalam acara Dzikro Maulidurrosul Muhammad SAW di Ponpes Ar Roudloh Babadan, Limpung, Batang, baru-baru ini.

Namun, menurut Taj Yasin, persoalan kekeringan tidak cukup diselesaikan hanya dengan mendatangkan air ketika sumber air warga mulai mengering. Tata kelola air dan pembangunan juga perlu dibenahi agar air hujan yang turun tidak langsung hilang sebagai limpasan.

Ia menyoroti pembangunan permukiman yang semakin banyak menggunakan beton. Permukaan tanah yang tertutup beton membuat kemampuan tanah menyerap air hujan semakin berkurang.

“Ini peringatan buat kita, bahwa ke depan kita harus membenahi infrastruktur tanah kita. Pori-porinya harus diperhatikan,” ujarnya.

Karena itu, pembangunan kawasan permukiman didorong tetap menyediakan ruang terbuka yang memungkinkan air masuk ke tanah. Keberadaan sumur resapan dan biopori juga dinilai perlu diperbanyak di lingkungan rumah maupun kawasan permukiman.

Di sisi lain, pemerintah tetap menyiapkan langkah darurat untuk masyarakat yang sudah merasakan dampak kekeringan.

Pemprov Jawa Tengah melalui BPBD menyiagakan armada truk tangki untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan sumber air.

Baca Juga :  Petani Wonogiri Tanam Emas Putih di Girimarto, Tak Terkait Upah Pengupas Bawang Bos

Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota juga dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan berjalan sesuai kebutuhan, terutama untuk memenuhi kebutuhan air yang layak dikonsumsi masyarakat.

Bagi empat daerah Soloraya yang masuk daftar Awas, yakni Wonogiri, Sragen, Karanganyar dan Klaten, kondisi tersebut menjadi sinyal agar kesiapsiagaan diperkuat menjelang memasuki September.

Dengan prakiraan curah hujan rendah yang masih berpeluang berlangsung hingga akhir September, kebutuhan air bersih berpotensi meningkat apabila sumber-sumber air warga terus mengalami penurunan.

Pemerintah daerah pun tidak hanya dituntut bergerak ketika krisis air sudah terjadi. Persiapan distribusi air bersih, pemetaan wilayah rawan kekeringan, penguatan sumber air serta pengelolaan kawasan resapan menjadi langkah penting agar dampak musim kemarau tidak semakin berat. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.