Beranda Daerah Sukoharjo Ki Bayu Aji Guncang Jetis Permai dengan Wayang Kolaborasi

Ki Bayu Aji Guncang Jetis Permai dengan Wayang Kolaborasi

Pentas wayang kolaborasi garapan Ki Bayu Aji Pamungkas menjadi salah satu magnet utama malam pentas seni HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Jetis Permai, Gentan, Baki, Sukoharjo. Empat warga setempat tampil sebagai tokoh Punokawan dan sukses mengundang tawa serta menghibur penonton | Foto: Hamdani

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pentas wayang kolaborasi yang dipandu dalang Ki Bayu Aji  Pamungkas sukses mengguncang dan menghibur warga Jetis Permai (Jesper), RT 06/RW 10, Gentan, Baki, Sukoharjo, Senin (24/8/2026) malam.

Pertunjukan wayang dengan tokoh Punokawan itu menjadi salah satu magnet utama dalam malam pentas seni sekaligus puncak rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Jetis Permai.

Yang membuat pertunjukan tersebut berbeda, tokoh-tokoh Punokawan tidak diperankan oleh seniman wayang profesional. Empat warga Jetis Permai, yakni Agus Rahmanto, Yuli Ernawan, Eko Setyo Winanto, S.E dan Dr. Ari Sumarwono, S.H., M.H., justru tampil sebagai para Punokawan.

Di bawah arahan Ki Bayu Aji, keempat warga tersebut membawakan cerita yang diangkat dari kehidupan sehari-hari dan pengalaman mereka di lingkungan tempat tinggal mereka sendiri.

Ki Bayu Aji mengaku sengaja tidak memberikan teks atau naskah yang harus dihafalkan para pemain. Ia memilih membangun cerita secara lebih cair agar para pemain dapat tampil lepas dan tidak terbebani.

“Jadi saya tidak mengasih mereka teks. Takutnya mereka nanti justru stres karena siapa tahu pas nggak nyambung,” ujar Ki Bayu Aji kepada JOGLOSEMARNEWS.COM usai pertunjukan.

Menurutnya, cerita dalam pentas tersebut bisa terasa hidup karena berangkat dari realitas dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan para pemain maupun warga.

“Cerita itu bisa hidup karena mengambil cerita dari kehidupan sehari-hari, pengalaman apa yang mereka alami di lingkungan,” imbuhnya.

Suasana pentas semakin hidup dengan kehadiran sejumlah artis profesional yang berperan sebagai istri Gareng, Petruk, dan Bagong. Kehadiran mereka menambah warna sekaligus memperkuat unsur komedi dalam pertunjukan.

Di bagian akhir, tokoh Semar juga tampil bersama cucunya. Kemunculan Semar bahkan mengundang gelak tawa penonton ketika tokoh tersebut masuk sambil berjoget dengan gaya khas tokoh Semar.

Banyolan dan humor khas Punokawan sukses mengocok perut warga. Tidak hanya warga Jetis Permai, sejumlah penonton dari kampung sekitar juga turut datang untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Baca Juga :  Milad ke-16 KSPPS Kossuma Cita Mandiri Sukoharjo, 50 Anak Yatim Terima Santunan hingga Dapat Bekal Kelola Keuangan Keluarga

Pentas wayang kolaborasi yang berlangsung sekitar 45 menit itu sebelumnya dijadwalkan menjadi salah satu acara utama malam pentas seni yang digelar di Lapangan Voli Jetis Permai.

Ketua Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Jetis Permai, Muhammad Leo Hardjono, mengatakan penyelenggaraan peringatan tahun ini memang sengaja dibuat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika sebelumnya malam tirakatan dan pentas seni digelar dalam satu rangkaian acara pada 16 Agustus, tahun ini kedua agenda tersebut dipisahkan. Malam tirakatan telah dilaksanakan pada 16 Agustus 2026, sedangkan pentas seni digelar pada 24 Agustus 2026.

“Tujuan kita biar tirakatan lebih khidmat, sementara di acara pentas seni, suasana menjadi lebih meriah,” ujar M Leo.

Pemisahan agenda tersebut memberikan ruang yang lebih leluasa bagi warga untuk menikmati berbagai pertunjukan dan hiburan tanpa mengurangi kekhidmatan malam tirakatan.

Ketua RT 06 Jetis Permai, Cahyo Yuli Kristanto, juga menyambut baik penyelenggaraan pentas seni tersebut. Selain menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan, kegiatan itu diharapkan semakin mempererat kebersamaan dan kekompakan warga.

Malam pentas seni itu sendiri dimulai pukul 20.00 WIB. Acara dibuka oleh dua MC, Dharma Panca dan  satu Meisa, dilanjutkan doa, laporan ketua panitia, serta sambutan Ketua RT sekaligus pembukaan acara.

Berbagai penampilan turut memeriahkan panggung. Wika, Rahma, Fella, dan Nella membacakan puisi kepahlawanan yang diiringi secara langsung lagu “Gugur Bunga” oleh Band Remaja Jesper.

Penampilan anak-anak juga turut menghiasi malam hiburan tersebut dengan iringan band.

Kemeriahan malam pentas seni itu menjadi puncak dari berbagai kegiatan yang sebelumnya telah digelar di lingkungan Jetis Permai. Sejumlah perlombaan telah dilaksanakan, mulai dari Billiard Cup, Voli Fun Game, Voli Bersponsor, badminton, pingpong, Billiard Fun Game, hingga aneka perlombaan untuk anak-anak dan ibu-ibu.

Selain penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba, panitia juga membagikan sejumlah doorprize menarik bagi warga.  Ïnisemata-mata mejadi demi meka ada sayingnya

Usai sesi tersebut, ibu-ibu PKK tampil melalui paduan suara dengan membawakan sejumlah lagu, di antaranya “Dari Sabang Sampai Merauke”, “Halo-Halo Bandung”, dan “Darah Muda”.

Baca Juga :  Milad ke-16 KSPPS Kossuma Cita Mandiri Sukoharjo, 50 Anak Yatim Terima Santunan hingga Dapat Bekal Kelola Keuangan Keluarga

Suasana semakin meriah dengan penampilan Grup Band Jesper. Tiga vokalis, yakni Damar, Dona, dan Ade  bersama Kayla, bergantian membawakan lagu-lagu pilihan untuk menghibur warga.

Ki Dalang Bayu Aji bersama sang isteri, Silvia, menghibur warga Jetis Permai dengan membawakan sejumlah lagu secara duet dalam malam pentas seni HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gentan, Baki, Sukoharjo. Penampilan keduanya sukses menghangatkan suasana dan mengajak warga larut dalam kemeriahan | Foto: Hamdani

Usai pentas wayang Punokawan, hiburan dilanjutkan dengan penampilan Ibu Silvia, isteri Ki Bayu Aji, yang mempersembahkan lagu “Jogja Istimewa”. Penampilannya kemudian disusul duet Ketua Panitia Leo Hardjono bersama sang isteri yang membawakan lagu “Kerinduan”.

Menariknya, empat tokoh Punokawan masih berada di atas panggung saat dua lagu tersebut dibawakan. Mereka kembali menciptakan suasana cair dan menghibur warga.

Sebagai penutup sesi, sejumlah anak dipanggil naik ke atas panggung dan diberi pertanyaan seputar pertunjukan wayang kolaborasi yang baru saja mereka saksikan. Momen tersebut sekaligus menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda.

Setelah acara resmi ditutup oleh MC, hiburan bebas pun berlanjut hingga sekitar pukul 24.00 WIB. Ki Bayu Aji kembali memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menghibur warga dengan melantunkan sejumlah lagu secara duet bersama sang istri, Silvia.

Warga pun larut dalam suasana. Sejumlah penonton ikut bernyanyi dan berjoget hingga malam semakin larut.

Perpaduan seni wayang, musik, humor, perlombaan, dan kebersamaan warga menjadikan malam pentas seni tersebut benar-benar menjadi ruang bagi warga Jetis Permai untuk merayakan kemerdekaan dalam suasana guyub, hangat, penuh tawa, dan memperkuat kebersamaan. [*]

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.