Beranda Daerah Solo OJK Solo Ajak Media Perluas Edukasi Keuangan hingga Daerah Terpencil

OJK Solo Ajak Media Perluas Edukasi Keuangan hingga Daerah Terpencil

Kepala OJK Solo Mohammad Mufid saat menyampaikan pandangannya dalam acara pertemuan dan silaturahmi bersama para pemimpin media di Solo, Selasa (18/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Mufid menekankan pentingnya sinergi OJK dan media untuk memperluas edukasi serta literasi keuangan kepada masyarakat. | Foto: Suhamdani

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo mendorong penguatan sinergi dengan media untuk memperluas edukasi dan literasi keuangan masyarakat hingga ke berbagai daerah.

Kepala OJK Solo Mohammad Mufid mengatakan, kolaborasi dengan media diperlukan karena memiliki jangkauan yang luas, baik di wilayah perkotaan maupun kabupaten, termasuk daerah yang berada cukup jauh dari pusat Kota Solo.

“Sinergi kolaborasi itu dilakukan dalam rangka edukasi dan perlindungan konsumen serta pengembangan ekonomi daerah. Untuk itulah perlu mengajak media untuk kolaborasi karena media memiliki jangkauan luas, baik di kabupaten maupun kota. Ada yang terjauh sampai Wonogiri,” kata Mufid dalam pertemuan dengan pimpinan redaksi media di Solo, Selasa (18/8/2026).

Menurut Mufid, upaya memperluas edukasi keuangan menjadi penting karena OJK tidak dapat bekerja sendiri. Selama ini, OJK Solo telah menjalin kolaborasi dengan pemerintah kota, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga sekolah.

Namun, jangkauan kegiatan tersebut masih memiliki keterbatasan sehingga diperlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk media, untuk memperluas penyebaran informasi kepada masyarakat.

“Dengan pemkot, pemda dan perguruan tinggi kita juga sudah kolaborasi, selain itu juga dengan anak-anak sekolah. Tentu yang kami lakukan ini masih ada keterbatasan. Perlu meluaskan jangkauan kami,” ujarnya.

Mufid menyebut, pengembangan ekonomi daerah juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya tersebut. Menurut dia, potensi ekonomi berbasis keunggulan produk daerah dapat dikembangkan dengan memperkuat ekosistem usaha sekaligus menghubungkannya dengan lembaga jasa keuangan yang legal.

Baca Juga :  Didi, Orang Utan Solo Safari Lepas, Ambrukkan Yamaha Nmax hingga Pecahkan Gelas

Ia mencontohkan potensi peternakan susu sapi perah di Boyolali yang dapat dikembangkan sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah. Di sejumlah daerah juga terdapat komunitas dan ekosistem inklusi keuangan yang dapat diperkuat dengan melibatkan para pelaku usaha serta menghubungkannya dengan jasa keuangan yang legal.

“Kalau ada lembaga keuangan bertindak tidak baik, hal itu bisa diadukan ke OJK,” katanya.

Mufid juga menyoroti momentum Oktober yang merupakan Bulan Inklusi Keuangan. Menurut dia, momentum tersebut dapat menjadi salah satu celah untuk memperkuat kolaborasi antara OJK dan media dalam menyampaikan edukasi mengenai keuangan kepada masyarakat.

“Yang penting adalah silaturahmi. Katanya bisa memperpanjang usia, membawa kebaikan bagi sesama,” ujar Mufid.

Ia menegaskan, persoalan aturan dan pengawasan terhadap industri jasa keuangan merupakan bagian dari tugas OJK. Sementara edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar masyarakat semakin memahami produk dan layanan keuangan sekaligus mampu melindungi diri dari berbagai risiko.

Dalam kesempatan tersebut, Mufid juga menyampaikan perkembangan indeks literasi keuangan. Secara keseluruhan, indeks literasi keuangan meningkat menjadi 69,57 persen, dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 66,65 persen.

Baca Juga :  Film Baby Udon Angkat Kisah Haru Lintas Negara Fanny Kondoh & Papa Udon

Untuk tingkat daerah, indeks literasi keuangan belum dapat diukur secara spesifik karena pengukurannya baru tersedia pada tingkat provinsi. Adapun untuk Jawa Tengah, indeks literasi keuangan tercatat sebesar 72,83 persen.

Meski menunjukkan peningkatan, Mufid menilai masih terdapat ruang untuk memperluas edukasi, terutama ke wilayah-wilayah yang selama ini belum banyak tersentuh.

“Daerah-daerah terpencil bisa menjadi ladang garapan kita. Kita bisa ajak lembaga keuangan untuk melakukan edukasi ke sana,” katanya.

Menurut Mufid, pemberitaan mengenai isu keuangan juga masih terbatas. Karena itu, kolaborasi dengan media diharapkan dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai sektor jasa keuangan.

Ia berharap sinergi tersebut tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat berlanjut dalam berbagai kegiatan edukasi, perlindungan konsumen, maupun pengembangan ekonomi daerah. [*]

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.