Beranda Edukasi Pendidikan Perkuat Ketahanan Pangan, UNS Bekali Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Keterampilan Urban...

Perkuat Ketahanan Pangan, UNS Bekali Pekerja Migran Indonesia di Taiwan Keterampilan Urban Farming

Tim Pengabdian Internasional Mandatory UNS bersama jajaran pengurus dan komunitas PMI Taiwan berfoto bersama usai pelaksanaan Pelatihan Urban Farming dan Pertanian Ramah Lingkungan di Taiwan, 6-9 Agustus 2026 | Foto: Dok. Ketua Tim Pengabdian Internasional Mandatory UNS

PINGTUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta terus memperkuat kontribusinya dalam pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat internasional. Salah satunya melalui Pelatihan Urban Farming dan Pertanian Ramah Lingkungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan.

Kegiatan yang berlangsung pada 6-9 Agustus 2026 tersebut digelar di Sekretariat Komunitas PCI NU Taiwan Ranting Pingtung. Program ini merupakan bagian dari Pengabdian Internasional Mandatory UNS sekaligus wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang diarahkan agar semakin berdampak dan berkelanjutan.

Melalui pelatihan tersebut, UNS membekali PMI dengan keterampilan pertanian perkotaan yang mudah diterapkan di tengah keterbatasan lahan. Urban farming dinilai relevan bagi para pekerja migran karena dapat membantu memenuhi kebutuhan sayuran, mendukung pola konsumsi sehat, sekaligus memanfaatkan ruang tempat tinggal secara produktif.

Keterampilan tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi ketika para PMI kembali ke Indonesia.

Ketua PCI NU Taiwan Ranting Pingtung, Muhammad Akhyar, mengatakan komunitas PMI di Taiwan memiliki jumlah yang besar sehingga membutuhkan berbagai program peningkatan keterampilan yang praktis dan sesuai dengan kondisi kehidupan mereka.

Menurut dia, kemampuan urban farming dapat menjadi salah satu bekal penting untuk menunjang ketahanan pangan dan gizi PMI selama berada di Taiwan.

“Komunitas pekerja migran Indonesia di Taiwan sangat besar dan membutuhkan keterampilan pertanian perkotaan untuk menunjang ketahanan pangan dan gizi selama tinggal di Taiwan. Pengetahuan ini juga dapat menjadi bekal usaha ketika mereka kembali ke Indonesia,” ujar Muhammad Akhyar.

Dalam kegiatan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNS menugaskan tiga narasumber, yaitu Dr. Agung Hidayat, S.Pd., M.Sc., Dr. Salman Alfarisy Totalia, S.Pd., M.Si., dan Prof. Dr. Ir. Prabang Setyono, M.Si.

Materi pelatihan disusun secara bertahap dan aplikatif. Peserta terlebih dahulu mendapatkan pengenalan mengenai urban farming, kemudian diajak mengidentifikasi potensi ruang tanam, memilih jenis tanaman, menggunakan berbagai wadah tanam, serta memanfaatkan barang bekas yang aman sebagai bagian dari praktik pertanian ramah lingkungan.

Peserta juga memperoleh pengetahuan mengenai pembuatan media tanam, teknik penyemaian dan penanaman, penyiraman dan pengelolaan air, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, serta pengolahan sampah organik sederhana menjadi kompos.

Baca Juga :  Wayang Babad Kartasura Tak Cuma Ditonton, Siswa SD Diajak Bernyanyi dan Memegang Wayang

Materi kemudian dilanjutkan dengan teknik pemanenan dan pemanfaatan hasil tanaman, sekaligus pembahasan mengenai urban farming sebagai aktivitas sosial dan ekonomi.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pertanian perkotaan tidak hanya berkaitan dengan produksi pangan. Lebih dari itu, urban farming dapat menjadi sarana untuk meningkatkan efisiensi sumber daya, mengurangi limbah rumah tangga, memperkuat kebersamaan komunitas, sekaligus membuka peluang ekonomi skala kecil.

Rangkaian pelatihan juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test sebagai bagian dari proses pembelajaran. Peserta diarahkan untuk memahami prinsip-prinsip sederhana urban farming, antara lain hemat ruang, hemat air, mudah dirawat, aman, murah, dan berkelanjutan.

Dalam pelatihan, berbagai ruang yang selama ini mungkin tidak dianggap sebagai lahan pertanian diperkenalkan sebagai potensi lokasi tanam. Di antaranya balkon, teras, ambang jendela, rooftop, pagar, maupun ruang terbuka komunitas.

Pemanfaatan ruang tersebut nantinya dapat disesuaikan dengan kondisi tempat tinggal masing-masing PMI serta ketersediaan sumber daya yang dimiliki.

Ketua Tim Pengabdian Internasional Mandatory UNS, Dr. Agung Hidayat, S.Pd., M.Sc., menyampaikan materi dalam Pelatihan Urban Farming dan Pertanian Ramah Lingkungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan, di Sekretariat Komunitas PCI NU Taiwan Ranting Pingtung, 6-9 Agustus 2026 | Foto: Dok. Ketua Tim Pengabdian Internasional Mandatory UN

Ketua Tim Pengabdian Internasional Mandatory UNS, Dr. Agung Hidayat, M.Sc., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Sekolah Pascasarjana UNS, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Agung, perguruan tinggi saat ini didorong untuk tidak hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi juga memastikan ilmu yang dikembangkan dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri.

“Kegiatan pengabdian ini merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang saat ini didorong untuk semakin berdampak, khususnya kepada masyarakat internasional. Kami berharap kolaborasi semacam ini dapat terus ditingkatkan agar perguruan tinggi semakin mampu menghadirkan manfaat nyata dan berkelanjutan,” jelas Agung.

Ia menambahkan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas PMI memiliki nilai strategis karena memungkinkan proses transfer pengetahuan dilakukan secara langsung kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Karena itu, materi yang diberikan diharapkan tidak berhenti pada pelatihan. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat dipraktikkan secara mandiri, dikembangkan bersama komunitas, dan diterapkan sebagai keterampilan produktif di masa depan.

Urban farming juga dinilai memiliki manfaat sosial bagi para PMI. Kegiatan menanam dapat menjadi aktivitas positif di sela pekerjaan, memperkuat interaksi antaranggota komunitas, serta mendorong terbentuknya lingkungan tempat tinggal yang lebih hijau.

Baca Juga :  Ribuan Mata Terpaku! Karya Murid SMKN 2 Ponorogo Sulap Street Fashion Carnival 2026 Jadi Panggung Fashion Wastra Paling Memikat
Penyerahan cindera mata oleh Tim Pengabdian Internasional Mandatory UNS kepada perwakilan komunitas PMI di Taiwan dalam rangkaian Pelatihan Urban Farming dan Pertanian Ramah Lingkungan di Sekretariat Komunitas PCI NU Taiwan Ranting Pingtung, 6-9 Agustus 2026 | Foto: Dok. Ketua Tim Pengabdian Internasional Mandatory UNS

Melalui pengelolaan yang sederhana, hasil tanaman dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, dibagikan kepada sesama anggota komunitas, atau dikembangkan menjadi produk ekonomi bernilai tambah.

Selain memberikan keterampilan praktis, pelaksanaan pelatihan tersebut juga sejalan dengan sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs).

Dari aspek produksi dan akses pangan, program ini mendukung SDG 2: Zero Hunger. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan mendukung SDG 4: Quality Education, sementara pengembangan keterampilan produktif dan peluang usaha berkaitan dengan SDG 8: Decent Work and Economic Growth.

Pemanfaatan ruang perkotaan secara produktif juga relevan dengan SDG 11: Sustainable Cities and Communities.

Sementara itu, praktik pemanfaatan barang bekas dan pengolahan sampah organik menjadi kompos turut mendukung SDG 12: Responsible Consumption and Production. Pendekatan pertanian yang lebih efisien dan ramah lingkungan juga berkontribusi terhadap SDG 13: Climate Action.

Kolaborasi UNS dengan PCI NU Taiwan Ranting Pingtung sekaligus mencerminkan SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kemitraan lintas institusi dan lintas negara.

Melalui kegiatan tersebut, UNS berupaya menghadirkan ilmu pengetahuan sebagai solusi yang dapat diterapkan secara nyata oleh masyarakat.

Pelatihan urban farming di Pingtung diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan keterampilan PMI, peningkatan kemandirian pangan, serta lahirnya praktik pertanian perkotaan yang ramah lingkungan.

Pada saat yang sama, kolaborasi tersebut memperkuat komitmen UNS untuk menjadi perguruan tinggi yang semakin berdampak, baik bagi masyarakat Indonesia maupun masyarakat internasional. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.