Beranda Daerah Solo Sapa Penonton Solo, Film “Istimewa” Angkat Martabat dan Mimpi Anak Difabel

Sapa Penonton Solo, Film “Istimewa” Angkat Martabat dan Mimpi Anak Difabel

Film "Istimewa" menggelar cinema visit di Grand XXI Solo Paragon Mall, Kamis (13/8/2026). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Film “Istimewa” menggelar cinema visit di Grand XXI Solo Paragon Mall, Kamis (13/8/2026). Solo menjadi kota ketiga dalam rangkaian roadshow film besutan Kairos Pictures itu setelah Bandung dan Semarang.

Film yang dibintangi Mathias Muchus ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. “Istimewa” berkisah tentang anak-anak disabilitas di Rumah Istimewa bersama Pak Mahendra, diperankan Mathias Muchus, dan Mbak Kinan, diperankan Yanni Melwani.

Konflik dimulai saat Pak Mahendra pergi diam-diam usai divonis kanker. Anak-anak lalu memulai perjalanan mencari sang ayah. Di tengah jalan, mereka bertemu Bagas, diperankan Ajil Ditto, Aji, diperankan Agus Kuncoro, serta Ella, anak difabel yang kemudian membawa mereka viral lewat panggung parodi wayang orang. Berbagai rintangan dilalui hingga akhirnya kembali berkumpul dengan Pak Mahendra.

Sementara itu, cinema visit di Solo tidak hanya pemutaran film. Pemain Yanni Melwani, Prija Iska alias Priijay, dan Bambang Ceper hadir bersama produser Abdullah Mansuri untuk menyapa penonton dan merasakan langsung respons mereka.

Baca Juga :  Tekan Prevalensi Anemia Remaja Putri, Dr Ajeng Kembangkan Model Promosi Kesehatan EDULITA

Momen itu dipakai untuk menegaskan pesan utama film, mengajak masyarakat melihat penyandang disabilitas sebagai manusia utuh, dengan mimpi, keberanian, kasih sayang, humor, dan keistimewaan masing-masing.

Produser Abdullah Mansuri, yang akrab disapa Ayah Mans, menyebut cerita “Istimewa” dekat dengan hidupnya sebagai ayah dari anak-anak disabilitas.

“Ini kisah nyata dan itu terjadi pada diri saya sebagai ayah dalam film ini. Saya bersyukur sekarang saya punya anak lebih dari 5.000 disabilitas. Di negeri ini ada 22 juta anak disabilitas. Mereka di-bully, dicaci, dimaki, bahkan ada yang tidak diakui orang tuanya,” ujarnya.

Ayah Mans berharap film ini bisa menghapus stigma. “Mimpinya, semoga tidak ada lagi orang yang meremehkan anak-anak disabilitas. Tidak ada lagi yang menganggap mereka kutukan. Semoga film ini membawa kebaikan untuk kita semua,” katanya.

Bambang Ceper bilang proses syuting lancar karena pemain sudah saling kenal dan latihan sebulan penuh. Tantangan justru datang dari Mustafa, salah satu pemain yang terlalu lucu.

Baca Juga :  Jokowi: Kalau Yakin 100 Persen Palsu, Mestinya Masuk Pokok Perkara

“Kesulitannya syuting sama Mustafa. Dia kan lucu, makanya aku sering retake gara-gara dia,” kata Bambang.

Ia berpesan agar anak-anak difabel tidak malu dengan kondisinya. “Tetap semangat karena di mata Tuhan kita sama. Walaupun kita berbeda, tapi di mata Tuhan kita sama. Pasti kita bisa,” ucap Bambang. Ia berharap penonton tidak lagi memandang penyandang disabilitas sebelah mata.

Film “Istimewa” membawa pesan keluarga, persahabatan, perjuangan, pengampunan, dan kesetaraan kesempatan bagi penyandang disabilitas.

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.