Beranda Daerah Sragen UNS Kenalkan “Permen Kambing” untuk Dukung Produktivitas Kambing Perah di Sragen

UNS Kenalkan “Permen Kambing” untuk Dukung Produktivitas Kambing Perah di Sragen

Penyerahan hibah alat press Urea Molasses Block (UMB) kepada mitra Kelompok Tani Ternak (KTT) di Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Hibah alat dari Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Sebelas Maret (UNS) tersebut diharapkan dapat mendukung produksi UMB secara berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pengembangan usaha bagi para peternak kambing perah | Foto: Dok. Fakultas Peternakan UNS

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keterbatasan pengetahuan mengenai pentingnya mineral bagi kambing perah menjadi salah satu persoalan yang dihadapi Kelompok Tani Ternak (KTT) Jaya dan KTT Muda Bakti Sejahtera (MBS) di Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Kondisi tersebut dinilai turut berpengaruh terhadap belum optimalnya produksi susu dan kesehatan ternak di sana.

Melihat kondisi tersebut, Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan pendampingan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan mengenalkan teknologi inovasi berupa Urea Molasses Block (UMB) sebagai sumber mineral tambahan bagi kambing perah.

Kegiatan tersebut melibatkan KTT Jaya dan KTT MBS, Desa Purworejo, selaku mitra kegiatan pengabdian,  Sabtu (1/8/2026). Kegiatan dilaksanakan oleh Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) UNS yang diketuai Prof. Dr. Ir. Joko Riyanto, M.P., dengan anggota Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS, Dr. Ir. Ayu Intansari, SPt, MSc, Ari Prasetyo, ST, MT, serta Zakaria Husein Abdurrahman, S.Pt., M.Si.

Sebagaimana diketahui, KTT Jaya diketuai Pardiono, sedangkan KTT Muda Bakti Sejahtera diketuai oleh Munaim. Keduanya berlokasi di Desa Purworejo dan memiliki usaha ternak kambing perah dengan produk utama berupa susu.

Demonstrasi pembuatan Urea Molasses Block (UMB) yang dilakukan Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama para peternak di Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen | Foto: Dok. Fakultas Peternakan UNS

Ternak kambing dipelihara dalam kandang koloni pada masing-masing kandang milik mitra. Dalam pendampingan tersebut, tim PDB UNS menawarkan UMB sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan mineral ternak, terutama kalsium (Ca) dan fosfor (P).

Baca Juga :  UNS Latih Peternak Kambing Perah Sragen Kelola Keuangan Digital dan Pemasaran Online

UMB dibuat dengan mencampurkan bahan pakan sumber mineral dengan bahan pakan lainnya, seperti pollard, molases, garam, dan bahan perekat. Campuran tersebut kemudian dibuat dalam bentuk padat menggunakan alat cetak.

Cara pemberiannya pun cukup sederhana. UMB digantung di dalam kandang sehingga kambing dapat mengonsumsinya dengan cara menjilat. Karena cara konsumsinya tersebut, UMB kemudian dikenal pula sebagai “Permen Kambing”.

Untuk memperkenalkan teknologi tersebut, para peternak mendapatkan penyuluhan sekaligus pelatihan pembuatan dan pemberian UMB. Teknik pembuatan UMB disampaikan oleh narasumber Budi Harjono melalui penyuluhan dan praktik secara langsung.

Melalui praktik tersebut, peternak tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga dilatih agar mampu membuat UMB secara mandiri dan menerapkannya pada ternak. Setelah UMB dibuat, penerapannya dilanjutkan dengan pemberian UMB kepada kambing perah.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peternak sebesar 21,53 persen dalam membuat UMB secara mandiri dan memberikannya kepada ternak. Ternak juga menunjukkan respons yang baik terhadap pemberian UMB sehingga dapat mendukung peningkatan konsumsi mineral ternak.

Tidak berhenti pada pelatihan, UNS juga menghibahkan alat pencetak UMB kepada KTT Muda Bakti Sejahtera (MBS). Alat tersebut dapat digunakan kelompok untuk memproduksi UMB secara berkelanjutan.

Palatabilitas Urea Molasses Block (UMB) yang tinggi terlihat saat ternak menjilati UMB atau yang dikenal sebagai “permen kambing”. Respons tersebut menunjukkan UMB dapat diterima dengan baik oleh ternak dan berpotensi mendukung peningkatan konsumsi mineral, sebagai bagian dari inovasi yang diperkenalkan Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kepada peternak kambing perah di Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen | Foto: Dok. Fakultas Peternakan UNS

Dengan adanya alat tersebut, produksi UMB diharapkan tidak hanya mendukung kebutuhan mineral ternak, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha baru. Peternak dapat mengembangkan dan menjual UMB sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan.

Baca Juga :  Pertamina Gelar Upacara Kemerdekaan RI ke-81 di SPBU Tunjungan Sragen Bersama Bupati Sigit Pamungkas

Untuk diketahui, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang didanai melalui APBN Tahun 2026 oleh Kemendiktisaintek dengan Nomor Kontrak 416.1/UN27.22/PT.01.03/2026. Program tersebut mengusung judul “Optimalisasi Peternakan Kambing Perah Dan Produk Olahannya Dalam Rangka Terbentuknya Desa Purworejo Sragen Sebagai Sentra Susu Kambing.”

Pengabdian kepada masyarakat ini juga berada dalam pendanaan Non-APBN UNS 2026. Tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Kemendiktisaintek atas dukungan pendanaan sehingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut dapat terlaksana.

Kegiatan tersebut turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Dukungan itu diwujudkan melalui peningkatan keterampilan peternak, pemanfaatan sumber daya lokal, peningkatan produktivitas ternak, serta pengembangan peluang usaha dan pendapatan melalui produksi dan penjualan UMB. [*]

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.