Beranda Daerah Wonogiri Wonogiri Masih Kekurangan 14.323 Rumah, Bata Interlocking Jadi Jalan Keluar?

Wonogiri Masih Kekurangan 14.323 Rumah, Bata Interlocking Jadi Jalan Keluar?

Rumah
Wagub Jateng Gus Yasin (batik kiri) melihat rumah ala bata interlocking di Desa Jaten Kecamatan Selogiri Wonogiri. Dok. Pemkab Wonogiri

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Angka backlog perumahan di Kabupaten Wonogiri masih mencapai 14.323 unit. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini mencoba pendekatan baru melalui teknologi bata interlocking untuk membangun rumah bantuan yang lebih efisien dari sisi waktu dan biaya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimun saat meresmikan rumah bantuan menggunakan bata interlocking di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kamis (13/8/2026).

“Di Wonogiri ini juga masih tinggi datanya, backlog-nya. Masih ada 14.323 unit di Kabupaten Wonogiri ini,” kata Taj Yasin.

Menurut Taj Yasin, kebutuhan hunian layak tidak bisa hanya diselesaikan dengan membangun rumah baru. Pemerintah juga perlu meningkatkan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) agar penanganan kebutuhan perumahan bisa menjangkau lebih banyak keluarga.

Pada 2026, Pemprov Jateng mengalokasikan bantuan untuk pembangunan 120 unit rumah baru serta peningkatan kualitas 5.111 unit RTLH di berbagai daerah. Khusus Wonogiri, sebanyak 20 unit rumah baru mendapat dukungan bantuan provinsi.

Teknologi bata interlocking menjadi salah satu inovasi yang menarik perhatian karena bentuknya modular dan dapat dirakit lebih praktis. Efisiensi tersebut dinilai berpotensi menekan waktu sekaligus biaya pembangunan.

“Penginnya kita menyejahterakan, eh malah membebani. Sehingga ini menjadi contoh buat kita bersama bahwa ini kita berani,” ujar Taj Yasin.

Baca Juga :  3 Hari Terjebak di Atas Pohon, Kucing Ini Akhirnya Diselamatkan Damkar Wonogiri!

Ia bahkan membuka peluang teknologi tersebut digunakan dalam rehabilitasi RTLH. Bagian rumah yang rusak dapat dihitung sesuai kebutuhan, sehingga penggunaan material bisa lebih terukur.

“Kalau nanti mungkin RTLH-nya yang direhab itu di sisi belakang, ya sudah sisi belakangnya itu kita tinggal hitung saja perseginya berapa. Lalu kita kunci dengan lantai cor,” jelasnya.

Meski demikian, Taj Yasin meminta penerapan bata interlocking untuk program RTLH dikaji lebih dahulu. Kondisi rumah dan kebutuhan setiap daerah berbeda sehingga metode pembangunan harus dipastikan tetap aman dan sesuai standar.

Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno menyambut baik dukungan Pemprov Jateng tersebut. Ia berharap inovasi pembangunan rumah dapat terus disinergikan dengan program RTLH di Wonogiri.

“Kami berharap program pembangunan rumah dengan bata interlocking ini dapat terus disinergikan dengan program RTLH di Wonogiri, sehingga semakin banyak masyarakat yang mendapatkan hunian yang layak, aman, dan nyaman,” ujar Imron.

Jika teknologi ini terbukti efektif, bata interlocking berpotensi menjadi salah satu pilihan dalam mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat sekaligus membantu pemerintah menangani backlog perumahan yang masih menjadi pekerjaan besar di Wonogiri.

Angka backlog perumahan adalah ukuran selisih atau kesenjangan antara jumlah kebutuhan rumah dengan ketersediaan rumah yang layak dan siap huni. Angka ini menunjukkan berapa banyak keluarga yang belum punya rumah sendiri atau tinggal di tempat tidak layak.

Baca Juga :  Solar Dipangkas Separuh! Pompa Tenaga Surya Mulai Bikin Petani Jateng Bisa Atur Musim Tanam Sendiri

Arti Kategori Backlog Perumahan

✓ Backlog Kepemilikan: Jumlah keluarga atau rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri dan masih menumpang atau mengontrak.

✓ Backlog Kelayakan Huni: Jumlah keluarga yang sudah punya bangunan rumah, tetapi kondisinya tidak memenuhi syarat rumah sehat, aman, dan layak.

Penyebab Angka Backlog Tinggi

✓ Harga Mahal: Harga rumah baru atau tanah tidak terjangkau oleh daya beli masyarakat.

✓ Penduduk Naik: Jumlah keluarga baru terus bertambah setiap tahun.

✓ Sektor Informal: Pekerja informal sulit mendapat akses kredit atau KPR bank.

Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.