
BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sampai sejauh ini, kasus keracunan MBG masih juga belum berhenti. Kali ini, sebanyak 141 siswa di dua sekolah di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (7/9/2026).
Mereka berasal dari SMAN 1 Tunjungan dan SMP Albanjari. Para siswa mengonsumsi menu MBG tersebut sekitar pukul 11.30 hingga 12.30 WIB.
Bupati Blora Arief Rahman mengatakan, gejala keracunan mulai dirasakan para siswa sekitar pukul 15.00 WIB pada hari yang sama.
“Mulai gejala pertama pada pukul 15.00 tanggal 7 September 2026,” kata Arief, Selasa (8/9/2026).
Namun, kasus tersebut baru dilaporkan kepada pihak terkait sehari kemudian, sekitar pukul 10.00 WIB.
Dari 141 siswa yang mengalami gejala, tiga orang harus menjalani rawat inap. Satu korban dirawat di Puskesmas Japah, sedangkan dua lainnya menjalani perawatan di Klinik Citra Mulia.
Sementara itu, empat korban lainnya menjalani rawat jalan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Adapun sebanyak 135 siswa lainnya mengalami gejala seperti diare, mual, dan pusing, namun tidak dibawa ke fasilitas kesehatan.
Menu MBG yang disantap para siswa dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2 yang berada di bawah Yayasan Tirto Mirah Asih Semarang.
Pada hari kejadian, menu yang dibagikan terdiri atas nasi putih, tempe goreng ketumbar, ayam woku kemangi, rebusan brokoli dan jagung manis, kuah sop, serta buah apel.
Dari pemeriksaan awal, muncul dugaan salah satu menu tersebut sudah dalam kondisi tidak layak ketika dikonsumsi.
“Dugaan sementara sayur sop brokoli dan jagung,” ujar Arief.
Kasus tersebut menambah daftar kejadian siswa yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap MBG di Kabupaten Blora.
Sebelumnya, sebanyak 19 siswa SDN Sendangrejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, juga mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG pada 20 Juli 2026.
Dalam kasus sebelumnya, keracunan diduga terjadi karena susu yang menjadi bagian dari menu MBG tidak disimpan secara baik. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














