Beranda Umum Nasional Hendak Liput Gunung Anak Krakatau, 5 Wartawan Hilang Kontak di Laut

Hendak Liput Gunung Anak Krakatau, 5 Wartawan Hilang Kontak di Laut

Ilustrasi gunung Anak Krakatau | Wikipedia

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah misi peliputan ke kawasan Gunung Anak Krakatau berubah menjadi operasi pencarian. Lima wartawan yang berangkat menggunakan speedboat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, hingga Selasa (8/9/2026) belum diketahui keberadaannya setelah komunikasi dengan mereka terputus di perairan Selat Sunda.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) wilayah Banten langsung melakukan pencarian setelah menerima laporan mengenai hilangnya kontak dengan kapal yang membawa rombongan tersebut.

Kepala Humas Basarnas Pusat, Albert Wenno, mengatakan peristiwa itu diduga berlangsung pada Senin (7/9/2026), ketika rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

“Untuk meliput aktifitas Gunung Anak Krakatau,” kata Albert saat dimintai konfirmasi pada Selasa (8/9/2026).

Menurut Albert, salah satu wartawan asal Lampung yang diketahui bernama Abay masih sempat berkomunikasi dengan pihak lain sebelum akhirnya tidak dapat dihubungi.

Kontak terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB. Saat itu, Abay sempat mengirimkan informasi berbagi lokasi. Namun, hingga pukul 15.04 WIB komunikasi tersebut terputus dan tidak kembali tersambung.

Baca Juga :  Dibayar Rp 27,5 Juta, Kurir Nekat Bawa 5 Kg Sabu dalam Ban Cadangan  

“Sampai berita ini dilaporkan korban belum ditemukan,” ucapnya.

Kelima wartawan yang dilaporkan hilang kontak masing-masing M. Bagus Khoirunnas, jurnalis Antara; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu Agency; serta Donal yang merupakan pekerja lepas.

Namun, rombongan yang berada di atas speedboat tersebut ternyata tidak hanya terdiri atas lima wartawan. Ada dua orang lainnya yang juga dilaporkan kehilangan kontak bersama kapal tersebut.

Identitas dan status kedua orang tersebut masih dalam proses pendataan oleh Basarnas.

Dari informasi awal yang diterima Basarnas, speedboat tersebut merupakan kapal milik Lurah Carita. Kapal itu membawa tujuh orang dan meninggalkan Dermaga Pagedongan sekitar pukul 14.00 WIB pada Senin.

Persoalan muncul ketika kapal tersebut tidak kunjung kembali ke dermaga. Hingga Selasa, keberadaan kapal maupun para penumpangnya belum diketahui.

Basarnas kemudian mengawali operasi pencarian dari Dermaga Pagedongan. Tim masih berupaya mengumpulkan informasi untuk mengetahui posisi terakhir kapal serta memastikan kondisi seluruh penumpang.

Baca Juga :  BRICS Bukan Jalur Bebas Impor, Pemerintah Siapkan Strategi Hadapi Barang Murah Tiongkok

“Hingga saat ini belum kembali dan pemilik kapal belum mendapatkan informasi dari crew kapal,” ujar Albert.

Hilangnya kontak dengan rombongan tersebut memicu pencarian di tengah kawasan perairan Selat Sunda. Basarnas masih mendalami dugaan awal bahwa speedboat mengalami kecelakaan, sembari melakukan pendataan terhadap seluruh orang yang berada di dalam kapal.

Hingga laporan ini ditulis, lima wartawan bersama dua orang lainnya belum ditemukan. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.