WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dari balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Wonogiri, lahir produk yang mungkin terlihat sederhana, tetapi menyimpan cerita tentang keterampilan dan kemandirian.
Donat dengan brand “Omah Kue Nyawiji” kini mulai diperkenalkan lebih luas. Produk yang dibuat oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tersebut diproduksi di Bimbingan Kerja (Bimker) Lapas Wonogiri, Jumat (4/9/2026).
Proses produksi dilakukan langsung oleh WBP dengan pengawasan petugas. Mulai dari pengolahan hingga menghasilkan donat siap dipasarkan, setiap tahapan diarahkan agar produk memenuhi standar kualitas.
Tak berhenti di proses produksi, donat Omah Kue Nyawiji kemudian dikirimkan ke Pemerintah Daerah Kabupaten Wonogiri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan produk hasil pembinaan WBP sekaligus membuka akses pemasaran yang lebih luas.
Kepala Lapas Wonogiri, Prawira Hadiwidjojo, mengatakan kegiatan tersebut dirancang bukan hanya untuk mengajarkan keterampilan membuat makanan, tetapi juga memberikan pengalaman mengenai proses menjalankan usaha.
“Melalui kegiatan ini, WBP tidak hanya belajar membuat produk, tetapi juga belajar bagaimana menjaga kualitas, mengemas produk, serta memasarkannya. Harapannya keterampilan ini dapat menjadi bekal bagi mereka untuk berwirausaha dan mengembangkan UMKM setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Konsep pembinaan seperti ini membuat kegiatan di Bimker tidak berhenti pada aktivitas produksi. WBP juga dikenalkan dengan tahapan yang lebih dekat dengan dunia usaha, mulai dari menjaga kualitas produk, pengemasan hingga pemasaran.
Omah Kue Nyawiji menjadi salah satu produk yang diharapkan mampu berkembang sebagai hasil karya pembinaan kemandirian di Lapas Wonogiri.
Pengiriman produk kepada Pemda Wonogiri sekaligus menjadi sarana promosi. Semakin banyak pihak yang mengenal produk tersebut, semakin terbuka pula peluang pemasaran dan pengembangan usaha setelah WBP menyelesaikan masa pembinaan.
Program tersebut juga menjadi bagian dari implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong pemasaran produk hasil karya WBP.
Melalui pembinaan berbasis keterampilan dan kewirausahaan, WBP diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga mempunyai pengalaman yang dapat digunakan ketika kembali ke tengah masyarakat.
Dengan demikian, sebungkus donat dari Omah Kue Nyawiji membawa misi yang lebih besar: menjadi salah satu bekal bagi WBP untuk membangun kemandirian ekonomi dan membuka peluang menjadi pelaku UMKM setelah bebas. Aris Arianto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.















