
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — PT Dharma Lautan Utama (DLU) melakukan persiapan menghadapi angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru) dengan salah satu fokus utama mengantisipasi cuaca buruk. Perusahaan pelayaran tersebut menggelar rapat koordinasi nasional untuk memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM), keandalan armada, hingga mitigasi risiko cuaca ekstrem yang kerap terjadi di akhir tahun, Sabtu (10/10/2026).
Direktur Utama PT Dharma Lautan Utama, Erwin H Poedjono, mengatakan rapat koordinasi ini menjadi agenda rutin perusahaan untuk menghadapi periode dengan intensitas angkutan yang meningkat, baik penumpang liburan maupun lonjakan logistik menjelang pergantian tahun. Kesiapan SDM menjadi prioritas, mulai dari kuantitas hingga kualitas, termasuk pemahaman tugas dan strategi operasional penempatan kapal dan pengaturan pengedokan.
“Selain SDM, pemeriksaan kesiapan armada menjadi fokus utama. Seluruh kapal yang tidak sedang menjalani perawatan di galangan dipastikan dalam kondisi laik dan andal, mulai dari konstruksi, mesin, hingga peralatan pendukung lainnya, agar tetap aman beroperasi di tengah potensi cuaca buruk,” ungkapnya.
Erwin menambahkan, DLU turut memperkuat aspek keselamatan sebagai langkah antisipasi perubahan cuaca ekstrem dari musim hujan hingga awal tahun. Dimana pemeriksaan peralatan keselamatan dan latihan menghadapi kondisi darurat terus dilakukan agar seluruh awak kapal siap menghadapi berbagai kemungkinan di tengah pelayaran.
“Mitigasi risiko merupakan agenda rutin perusahaan karena potensi bahaya dalam pelayaran tidak dapat diprediksi sepenuhnya dan harus diantisipasi setiap saat,” ucap Erwin.
Sementara itu, DLU mengandalkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), laporan cuaca dari Australia dan Singapura, serta pusat pengendalian operasi kapal milik perusahaan untuk informasi cuaca. Peralatan pemantauan cuaca BMKG juga tersedia di atas kapal sehingga perkembangan cuaca dapat dipantau secara langsung dan real time.
Sementara itu, Penasihat Utama dan Owner PT Dharma Lautan Utama, Bambang Haryo Soekartono, mengapresiasi langkah perusahaan yang memulai persiapan Nataru lebih awal. Menurutnya, persiapan ini penting karena akhir tahun biasanya diwarnai peningkatan arus logistik sekaligus peningkatan risiko cuaca buruk yang harus diantisipasi secara serius.
“Keberadaan fasilitas perawatan dan galangan milik perusahaan menjadi faktor penting menjaga keandalan armada. Perlu diingat bahwa lintasan pendek tidak serta-merta berisiko lebih rendah, karena sejumlah selat seperti Selat Bali, Selat Lombok, dan Selat Sunda memiliki kedalaman jauh lebih besar dibanding Laut Jawa, sehingga penanganan cuaca buruk harus disesuaikan dengan karakteristik kapal,” tegasnya.
Ia menjelaskan, langkah antisipasi yang dapat dilakukan antara lain mengurangi muatan atau menghentikan sementara pelayaran apabila kondisi dinilai tidak memungkinkan. Selain itu, kesiapan tim penyelamat saat terjadi kecelakaan di laut juga harus menjadi perhatian, termasuk dukungan anggaran dan respons cepat bagi Basarnas serta Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP).
Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap), Khoiri Soetomo mengapresiasi langkah DLU tersebut dan berharap menjadi contoh bagi operator lain. Ia mengingatkan, kelancaran angkutan laut tidak bisa hanya mengandalkan kesiapan armada, tetapi juga kolaborasi dengan pengelola pelabuhan seperti ASDP, Pelindo, dan UPT pelabuhan untuk memastikan kecukupan infrastruktur dermaga dan kolam pelabuhan.
“Perlu dikuatkan fungsi pelabuhan sebagai gerbang keselamatan atau safety gate, terutama dalam menghadapi dinamika cuaca hingga awal Februari. Diharapkan pelabuhan memperketat pemeriksaan terhadap muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL) dan barang berbahaya atau dangerous goods seperti bahan kimia dan baterai listrik, serta mendorong deklarasi muatan yang jujur melalui koordinasi erat antara operator, pengelola pelabuhan, dan Kementerian Perhubungan,” bebernya. Prihatsari
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














