Beranda Daerah Sragen Deretan Tragedi Kabel “Ngelewer” di Sragen Tembus 4 Kasus, Korban Terbaru Warga...

Deretan Tragedi Kabel “Ngelewer” di Sragen Tembus 4 Kasus, Korban Terbaru Warga Gondang Alami Retak Tulang Rahang

Lagi-lagi korban jaringan kabel Wifi di Sragen berjatuhan, akibat banyaknya kabel yang menjuntai (Ngelewer) di tengah jalan jadi biang kecelakaan masyarakat penguna sepeda motor. Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Lagi-lagi korban jaringan kabel Wifi di Sragen berjatuhan, akibat banyaknya kabel yang menjuntai (Ngelewer) di tengah jalan jadi biang kecelakaan masyarakat penguna sepeda motor.

Yang terbaru korban kabel Wi-Fi menjuntai di jalan memakan korban yakni menimpa warga berinisial T dan S serta anaknya yang kebetulan warga Desa Plosorejo, Kelurahan Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

Informasi yang beredar kejadian itu bermula saat sepeda motor yang ditumpangi T, S, serta anak dari T melintas di wilayah Kecamatan Gondang. Di tengah perjalanan, motor yang mereka kendarai terjerat juntaian kabel wifi di jalan raya.

Akibat kecelakaan tersebut, S mengalami luka parah hingga retak pada bagian tulang rahang. Sementara itu, T dan anaknya yang turut membonceng mengalami luka-luka ringan.

Sementara itu, dikonfirmasi awak media di Sragen mengenai kejadian tersebut pihak marketing ISP, PT Akses Koneksi Aman reseller yang berkantor di Desa Pelemgadung kecamatan Karangmalang, Sragen bernama Alan, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima laporan insiden tersebut dan sedang menjalankan prosedur penanganan.

“Iya setiap ada kejadian, SOP kantor kami langsung menerjunkan tim ke TKP dan membawa korban ke rumah sakit. Petugas administrasi kami juga mendatangi yang bersangkutan untuk mengambil data kronologi,” kata Alan pada Wartawan Jumat (9/10/2026).

Selain itu, Alan menjelaskan proses penanganan insiden saat ini melibatkan olah tempat kejadian perkara bersama pihak teknis serta kepolisian untuk menguji tingkat keterlibatan material jaringan milik mereka.

“Korban sudah ditemui oleh tim kami. Saat ini prosesnya sedang berjalan sampai tahap tertentu dan kami terus berkomunikasi mengenai penanganan korban,” jelasnya.

Mengenai kompensasi dan pengobatan korban, pihaknya menyatakan siap bertanggung jawab sesuai mekanisme perusahaan dan hasil verifikasi di lapangan. Warga pun berharap kejadian serupa tidak terus berulang dan pihak penyedia layanan internet segera merapikan untaian kabel yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Terpisah, Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Sragen, Dwiyanto, mengaku belum menerima laporan resmi maupun pembaruan informasi mengenai peristiwa tersebut saat dikonfirmasi.

“Wah iya to, saya belum tahu kalau di Gondang ada. Teman-teman belum update,” bebernya.

Menanggapi kabar mengenai adanya korban luka, termasuk kabar seorang warga yang mengalami patah tulang rahang dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD, Dwiyanto menyatakan akan segera berkoordinasi dengan jajarannya serta pihak terkait untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

“Nanti saya konfirmasi ke teman-teman dulu, informasi selanjutnya akan kami kabari,” ujarmya.

Hingga saat ini nama nama korban kabel wifi menjuntai atau Ngelewer di jalan ada 4 titik kejadian.
Kejadian nomor 1. Menimpa Lasmono (62) dan Painem (60), pedagang getuk asal Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, Jateng (Kejadian di Sragen kota depan rumah dinas bupati Sragen) mengalami luka luka cukup serius pada tangan, kaki, kepala.

2. Ary Tio Sandy (30), warga Dusun Kedungnguter, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen (Kejadian di Gemolong) dengan luka di leher.

3. Sumiatun (41), seorang penjahit baju asal Dukuh Karangsido RT 05, Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, Jawa Tengah (Kejadian di jakan raya Tanon Sumberlawang) mengalami patah tulang kaki kanan dan jari jempol.

4. T dan S serta anaknya yang kebetulan warga Desa Plosorejo, Kelurahan Tunggul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, mengalami tulang rahang retak. Huri Yanto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.