Beranda Daerah Wonogiri Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Terbang, Jangan Dibuang ya Emak-emak Wonogiri

Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Terbang, Jangan Dibuang ya Emak-emak Wonogiri

Minyak jelantah
Alur proses minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat terbang. AI generated

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM — Minyak jelantah yang selama ini kerap berakhir di tempat sampah atau dibuang ke saluran air ternyata masih punya nilai ekonomi. Di Wonogiri, minyak goreng bekas dari rumah tangga dan usaha mikro mulai dikumpulkan untuk diolah dan dijual melalui mekanisme pengelolaan sampah.

Gerakan itu ditandai dengan peluncuran Gerakan Serentak Jelantah Menjadi Rupiah (Gertak Jerapah) oleh TP PKK Kabupaten Wonogiri di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Rabu (7/10/2026).

Program tersebut menyasar minyak jelantah rumah tangga maupun pelaku UMKM. Masyarakat didorong tidak lagi membuang minyak bekas pakai sembarangan, tetapi mengumpulkannya kemudian menyalurkan melalui bank sampah atau TP PKK di wilayah masing-masing.

Ketua TP PKK Wonogiri Sri Rahayuningsih Setyo Sukarno mengatakan, jelantah masih sering dianggap sebagai limbah yang tidak berguna. Padahal, jika dikumpulkan dengan benar, minyak bekas tersebut dapat memiliki nilai jual.

“Jangan membuang minyak jelantah sembarangan. Kumpulkan dan salurkan melalui mekanisme yang telah disiapkan,” ujar perempuan yang akrab disapa Yayuk tersebut.

Lantas, jelantah bisa digunakan untuk apa?

Untuk diketahui minyak jelantah ternyata memiliki kegunaan yang jauh lebih luas setelah dikumpulkan dan diolah dengan teknologi yang tepat. Limbah minyak goreng dari dapur rumah tangga ini dapat masuk ke rantai pengolahan energi dan produk bernilai ekonomi.

✓ Biodiesel — minyak jelantah dapat diolah menjadi bahan bakar nabati untuk mesin diesel melalui proses pengolahan tertentu.

✓ Sustainable Aviation Fuel (SAF) — minyak jelantah juga dapat menjadi salah satu bahan baku untuk menghasilkan bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Setelah melalui proses pemurnian dan pengolahan khusus, minyak bekas tersebut dapat diproses menjadi bahan bakar yang digunakan dalam sektor penerbangan.

Baca Juga :  Kekeringan dan Karhutla Meluas, Kemenag Terbitkan Edaran Salat Istisqa: Ini Jadwal dan Tata Caranya

✓ Lilin — kandungan minyaknya dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan lilin setelah melalui proses pengolahan yang sesuai.

✓ Sabun — minyak jelantah yang telah dimurnikan dan diproses dengan formula tertentu dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku sabun.

✓ Produk energi lainnya — minyak jelantah juga dapat masuk dalam berbagai proses pengolahan energi dan industri, sehingga memiliki nilai lebih tinggi dibandingkan jika langsung dibuang ke saluran air atau tanah.

Karena itu, minyak jelantah sebaiknya tidak dibuang sembarangan. Ketika dikumpulkan melalui mekanisme yang benar, limbah dapur tersebut dapat menjadi bahan baku yang memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi potensi pencemaran lingkungan.

Di Wonogiri, pola pengumpulan tersebut mulai diperkuat melalui kerja sama TP PKK Kabupaten Wonogiri dengan Bank Sampah BERSERI Desa Krandegan, Kecamatan Bulukerto.

Bank Sampah BERSERI menjadi salah satu mitra dalam pengelolaan jelantah. Bank sampah tersebut juga menerima bantuan alat Biodrop dari Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi) Jawa Tengah.

Yayuk berharap gerakan pengumpulan jelantah tidak berhenti pada peluncuran. Sistem pengumpulan diharapkan dapat berjalan rutin di kecamatan dengan melibatkan TP PKK, bank sampah, kader lingkungan, kader Posyandu, pemerintah dan masyarakat.

“Harapannya setiap kecamatan bisa memiliki pola pengelolaan jelantah yang berjalan rutin dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, sampah rumah tangga maupun limbah aktivitas produksi dapat menjadi persoalan apabila tidak dikelola dengan baik. Namun, dengan kreativitas dan inovasi, sebagian limbah justru dapat memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

“Sampah dan limbah dari rumah tangga, sekolah maupun aktivitas produksi dapat menjadi persoalan serius apabila tidak dikelola dengan baik. Namun, dengan kreativitas dan inovasi, sampah justru dapat menghasilkan. Jelantah, misalnya, dapat diolah menjadi biodiesel, lilin hingga sabun, sekaligus membantu mengurangi pencemaran lingkungan,” terangnya.

Baca Juga :  Unik dan Bikin Trenyuh!Peringati Sumpah Pemuda Siswa SMPN 2 Bulukerto Kirim Air Bersih ke Desa Kekeringan di Wonogiri

Menurut Bupati, pengelolaan sampah perlu dilihat dari sisi lingkungan sekaligus ekonomi. Barang yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat menjadi bahan yang masih memiliki nilai apabila dipisahkan dan dikelola dengan cara yang tepat.

Dalam peluncuran Gertak Jerapah, dilakukan pula penandatanganan kerja sama antara TP PKK Kabupaten Wonogiri dan Bank Sampah BERSERI Desa Krandegan terkait pengelolaan sampah rumah tangga berupa jelantah.

Bupati mengapresiasi kiprah Bank Sampah BERSERI yang selama ini aktif mengelola sampah. Bank sampah tersebut tercatat pernah meraih sejumlah penghargaan, antara lain Wonogiri Innovative Award, Krenova Subosukawonosraten, Juara III Nasional Pengelola Sampah Terbaik, Juara I Desa Mandiri Sampah Kategori Madya, Juara I Kalpataru Jawa Tengah Kategori Penyelamat Lingkungan, serta Amdatara Award Kategori Penggerak Bank Sampah Tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Bupati berharap pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat terus berkembang di seluruh wilayah Wonogiri.

“Mengelola sampah adalah hal yang tampaknya sederhana, akan tetapi memiliki dampak yang besar dalam upaya menjaga kelestarian alam dan lingkungan,” tegasnya. Aris Arianto

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.