Beranda Nasional Jogja Petani Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis, SAR Kerahkan 3...

Petani Hilang Saat Cari Rumput di Hutan Pathuk Tritis, SAR Kerahkan 3 Drone dan Anjing Pelacak

ilustrasi oang hilang / tribunnews

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Operasi pencarian terhadap GSG (68), petani asal Tritis, Ngandong, Girikerto, Turi, Sleman, yang hilang di kawasan Hutan Pathuk Tritis, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Sleman, masih terus dilakukan hingga Senin (17/8/2026).

Memasuki hari keempat pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Bahkan, barang-barang yang diduga dapat menjadi petunjuk seperti sandal, arit maupun pakaian yang dikenakan korban saat terakhir terlihat juga belum ditemukan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, Bambang Kuntoro, mengatakan operasi pencarian melibatkan sekitar 150 hingga 200 personel setiap harinya.

Mereka terdiri atas tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas, dengan dukungan TNI-Polri, pemangku wilayah, BPBD, SAR DIY, Pammat, PMI serta sejumlah unsur relawan lainnya.

“Jumlah personel yang diturunkan berkisar antara 150 sampai 200 orang setiap harinya,” ujar Bambang, Senin (17/8/2026).

Untuk memperluas jangkauan pencarian, tim SAR mengerahkan sejumlah peralatan pendukung, termasuk tiga unit drone dan anjing pelacak atau K-9.

“Drone-nya tiga, anjing pelacak juga ada. Kemarin ada dua anjing yang diturunkan,” katanya.

Tim juga menggunakan peralatan evakuasi vertikal untuk menjangkau lokasi-lokasi yang sulit diakses, terutama kawasan jurang dan medan terjal.

Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain kawasan hulu Sungai Bedok hingga hulu Sungai Krasak. Di lokasi tersebut terdapat jurang dengan kedalaman sekitar 10 hingga 20 meter.

Baca Juga :  Bacok Kepala Korban hingga Helm Pecah, 2 Begal di Pakem Ditangkap  

Bambang mengatakan luasnya area pencarian dan kondisi medan menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi tim di lapangan.

Selain terdapat sejumlah jurang dalam dan sempit, hingga hari keempat belum ditemukan jejak fisik maupun barang milik korban yang dapat dijadikan petunjuk awal pencarian.

Meski demikian, kondisi cuaca yang cerah cukup membantu pergerakan tim dalam melakukan penyisiran dan tracking sejak pagi.

Menurut Bambang, memasuki hari keempat pencarian merupakan fase penting dalam operasi SAR. Karena itu, penyisiran dilakukan secara terstruktur dengan pembagian area dan jalur pencarian.

Setiap pagi tim melakukan briefing sebelum bergerak ke lokasi pencarian. Selanjutnya, evaluasi dilakukan setiap sore sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WIB untuk menentukan jalur penyisiran pada hari berikutnya.

“Setelah lima hari pencarian, kami tentu akan melakukan evaluasi menyeluruh bersama pihak keluarga untuk menentukan langkah-langkah lanjutan seperti apa yang harus diambil,” kata Bambang.

Berangkat Cari Rumput

Koordinator Unit Siaga SAR Sleman, Dhedi Prasetya, mengatakan GSG dilaporkan hilang setelah berangkat mencari rumput pada Jumat (14/8/2026) pagi.

Sekitar pukul 06.00 WIB, korban berangkat bersama dua rekannya menuju kawasan Hutan Pathuk Tritis untuk mencari rumput.

Setibanya di kawasan hutan, ketiganya kemudian berpencar untuk mencari rumput masing-masing.

Sekitar pukul 09.00 WIB, kedua rekan korban telah selesai dan memutuskan turun kembali ke perkampungan.

Baca Juga :  Numpang Menginap, Pria Asal Garut Ini Malah Gondol Honda PCX Milik Warga Bantul

Namun, hingga pukul 10.00 WIB, korban yang biasanya sudah kembali tidak kunjung terlihat.

Keluarga dan warga yang khawatir dengan keselamatan korban kemudian melakukan pencarian dan melaporkan kejadian tersebut kepada aparat serta Tim SAR.

Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pengaktifan posko operasi SAR gabungan di lokasi kejadian.

Berdasarkan rekaman CCTV warga sebelum korban berangkat, GSG terlihat masih dalam kondisi sehat dan berjalan normal. Saat itu korban mengenakan baju kotak-kotak dan celana training bergaris putih serta membawa peralatan untuk mencari rumput.

Hingga hari keempat, keberadaan korban masih belum diketahui. Tim SAR gabungan pun terus melakukan penyisiran di berbagai titik kawasan Hutan Pathuk Tritis dengan dukungan drone, anjing pelacak dan peralatan evakuasi untuk menjangkau medan yang sulit. [*]  Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.