Beranda Nasional Jogja HUT ke-81 RI, Mahasiswa UGM Gelar Aksi “Indonesia Belum Merdeka” di Bundaran...

HUT ke-81 RI, Mahasiswa UGM Gelar Aksi “Indonesia Belum Merdeka” di Bundaran UGM

ilustrasi / pixabay

SLEMAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI diwarnai aksi refleksi yang digelar koalisi mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) di Bundaran UGM, Sleman, Senin (17/8/2026).

Mengusung tema “Indonesia Belum Merdeka”, aksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan keresahan sekaligus merefleksikan kembali makna kemerdekaan setelah 81 tahun Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

Perwakilan aksi, Akhdan Lutfi, mengatakan para mahasiswa menilai kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Menurut dia, masih terdapat berbagai persoalan yang menunjukkan bahwa cita-cita kemerdekaan belum sepenuhnya terwujud, mulai dari persoalan pendidikan, program pemerintah, pengelolaan sumber daya alam hingga kebebasan berekspresi.

Ia menyoroti anggaran pendidikan yang dinilainya masih dinomorduakan. Akhdan juga mengkritik pelaksanaan sejumlah program pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menurutnya justru berpotensi menimbulkan persoalan bagi masyarakat.

Selain itu, mahasiswa menyoroti pengerukan sumber daya alam yang dinilai hanya menguntungkan segelintir kelompok serta pemborosan anggaran untuk program yang dianggap tidak tepat sasaran, salah satunya pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Persoalan kebebasan berekspresi juga menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Mahasiswa menilai masyarakat yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah masih menghadapi risiko kriminalisasi.

Baca Juga :  Ayun-ayunkan Gesper dari Atas Motor, 3 Remaja Diamankan Polisi di Ngabean, Jogja

“Kemerdekaan sesungguhnya belum dirasakan. Di Aceh, masyarakat belum benar-benar pulih dari banjir, di Papua tanahnya dikeruk untuk food estate, di Kalimantan sumber daya alamnya dikeruk dengan masif dan ditinggalkan,” kata Akhdan di Bundaran UGM, Senin (17/8/2026).

Ia mengatakan aksi tersebut sekaligus menjadi bentuk ekspresi kekecewaan mahasiswa dan masyarakat terhadap kondisi yang mereka lihat selama ini.

“Pada 17 Agustus 2026, mahasiswa dan masyarakat mengungkapkan rasa kekecewaan terhadap rezim sekarang,” ujarnya.

Akhdan menegaskan aksi tersebut tidak diarahkan untuk menyampaikan tuntutan khusus kepada pemerintah. Menurutnya, kegiatan tersebut lebih merupakan ruang untuk meluapkan keresahan dan membangun kesadaran publik mengenai kondisi bangsa.

“Aksi hari ini tidak spesifik untuk memberikan tuntutan. Aksi ini menjadi luapan, deruan keputusasaan, deruan kekecewaan. Aksi ini untuk membuat kesadaran mahasiswa dan masyarakat bahwa kita belum betul-betul merdeka,” ujarnya.

Mahasiswa lainnya, Gabriel Jogodamai Warela, mengatakan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI seharusnya tidak hanya diisi dengan seremoni, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengkaji kembali makna kemerdekaan.

Baca Juga :  Numpang Menginap, Pria Asal Garut Ini Malah Gondol Honda PCX Milik Warga Bantul

Menurut Gabriel, masyarakat perlu mempertanyakan kembali apakah kemerdekaan selama 81 tahun telah benar-benar membawa kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

“Kita harus merefleksikan ulang, mengkaji ulang apakah kita sudah benar-benar merdeka selama 81 tahun atau kita justru menderita. Kemudian merefleksikan kembali juga terkait dengan program-program pemerintah yang irasional,” katanya.

Melalui aksi tersebut, koalisi mahasiswa UGM berharap peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada perayaan simbolik. Mereka mendorong mahasiswa dan masyarakat untuk terus kritis melihat berbagai persoalan yang terjadi serta mempertanyakan sejauh mana cita-cita kemerdekaan telah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. [*] Disarikan dari sumber berita media daring

 

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.