
SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pengelolaan keuangan dan pemasaran menjadi salah satu tantangan yang masih dihadapi Kelompok Tani Ternak (KTT) Jaya dan KTT Muda Bakti Sejahtera (MBS) di Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.
Sebagian besar anggota kedua kelompok tersebut masih melakukan pembukuan secara konvensional, bahkan sebagian lainnya belum memiliki pembukuan keuangan sama sekali.
Kondisi tersebut mendorong Fakultas Peternakan Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan pendampingan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang digelar di kedua kelompok tani ternak tersebut, Minggu (26/7/2026).
Selain persoalan pembukuan, anggota KTT Jaya dan KTT MBS juga masih menghadapi keterbatasan pemahaman mengenai pemasaran digital. Padahal, kemampuan mengelola pencatatan keuangan dan memanfaatkan pemasaran digital menjadi bagian penting dalam mendukung pengembangan usaha.
Melihat kondisi tersebut, Tim Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) UNS memberikan sosialisasi dan pengenalan teknologi serta inovasi yang dapat diterapkan dalam pengelolaan keuangan dan pemasaran. Salah satunya melalui penggunaan aplikasi Buku Warung untuk membantu peserta melakukan pencatatan keuangan secara digital.
Sementara itu, materi mengenai pemasaran digital disampaikan oleh narasumber Agreianti Puspitasari. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pencatatan keuangan, tetapi juga dikenalkan pada cara memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung pemasaran usaha.

Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Tim PDB UNS yang diketuai Prof. Dr. Ir. Joko Riyanto, M.P., bersama anggota Prof. Dr. Okid Parama Astirin, MS, Dr. Ir. Ayu Intansari, SPt, MSc, Ari Prasetyo, ST, MT, serta Zakaria Husein Abdurrahman, S.Pt., M.Si.
Mitra dalam kegiatan tersebut adalah KTT Jaya yang diketuai Pardiono dan KTT Muda Bakti Sejahtera (MBS) yang diketuai Munaim. Kedua kelompok tani ternak tersebut berlokasi di Desa Purworejo, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang ditunjukkan melalui nilai N-gain sebesar 27 persen. Peserta juga telah mampu memanfaatkan aplikasi Buku Warung untuk menyusun pembukuan keuangan sederhana secara digital.
Di sisi lain, peserta mulai memahami dasar-dasar pemasaran digital yang dapat diterapkan untuk mendukung pengembangan usaha. Penerapan teknologi dan inovasi tersebut diharapkan dapat membantu menghasilkan catatan keuangan yang lebih efisien dan terarah sekaligus mendukung pengelolaan usaha.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang didanai melalui APBN Tahun 2026 oleh Kemendiktisaintek. Program ini memiliki Nomor Kontrak 416.1/UN27.22/PT.01.03/2026 dengan judul “Optimalisasi Peternakan Kambing Perah Dan Produk Olahannya Dalam Rangka Terbentuknya Desa Purworejo Sragen Sebagai Sentra Susu Kambing.”
Atas dukungan pendanaan tersebut, tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Kemendiktisaintek sehingga kegiatan pemberdayaan masyarakat tersebut dapat terlaksana dengan baik.
Kegiatan ini sekaligus turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui peningkatan kemampuan peserta dalam melakukan pencatatan keuangan secara digital, mengembangkan pemasaran, meningkatkan efisiensi pengelolaan usaha, serta membuka peluang pengembangan usaha dan peningkatan pendapatan masyarakat. [*]
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.













