SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM — Keberadaan kabel jaringan internet atau Wifi yang menjuntai (Ngelewer) rendah di ruas jalan utama Gawan menuju Suwatu atau tepatnya di wilayah Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah ancam keselamatan nyawa warga.
Informasi yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM kabel wifi tersebut sebelumya udah menjuntai di depan rumah warga hampir 3 minggu, akan tetapi pihak pemilik jaringan internet wifi milih abai dan diam tidak melakukan tindakan perbaikan.
Melihat aksi egois perusahaan wifi tidak memikirkan keselamatan warga akhirnya warga berinisiatif merekam video kondisi kabel yang Ngelewer tersebut dan diunggah ke media sosial hingga menarik perhatian warga.
Kondisi tersebut diunggah oleh pemilik akun TikTok Mbah Jolo atau mas Jiting mengonfirmasi bahwa kabel tersebut sempat membahayakan dan mengganggu pengguna jalan yang melintas, terutama kendaraan tinggi.
Saat dikonfirmasi wartawan, Mas Jiting menjelaskan bahwa kabel internet tersebut sebenarnya sudah kendur cukup lama. Namun, situasi memburuk dalam dua hari terakhir akibat adanya muatan kendaraan tinggi yang melintas di jalur tersebut.
”Sebenarnya sudah lama (kendur), tapi dulunya sempat saya sampirkan ke atas pohon agar tidak mengganggu. Kemarin ada angkutan tinggi yang lewat lagi, jadi kabelnya menjuntai turun lagi,” kata Mas Jiting saat dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM Senin (5/10/2026).
Ia menambahkan, karena berpotensi membahayakan para pengguna jalan, dirinya sempat berinisiatif merapikan kabel tersebut secara mandiri sebelum.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang buruh jahit baju bernama Sumiatun (41) asal Dukuh Karangsido RT 05, Desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, Jawa Tengah jadi korban kabel wifi menjuntai hingga mengalami kecelakaan lalu lintas parah setelah sepeda motor yang dikendarainya tersangkut kabel jaringan WiFi di jalan raya Tanon – Sumberlawang tepatnya di Dukuh Ploso, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Sragen pada Selasa (29/9/2026) siang.
Akibat insiden tersebut, korban menderita patah tulang serius pada kaki kanan hingga harus menjalani perawatan intensif dan tindakan operasi besar di eumah sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta (Kartasura).
Dihubungi JOGLOSOMARNEWS.COM Sumiatun menceritakan peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 13:00 WIB. Kala itu, dirinya sedang mengendarai sepeda motor Honda Beat untuk menjemput anaknya pulang sekolah di MTS Sumberlawang. Saat melintas di lokasi kejadian, ia tidak menyadari adanya kabel jaringan internet berukuran kecil yang melintang agak ke tengah jalan.
”Waktu itu sekitar jam satu siang saya lewat, ternyata ada kabel seperti menjuntai rendah. Ukurannya agak kecil, jadi tidak begitu kelihatan. Tiba-tiba kabel tersangkut di motor,” ujar Sumiatun saat dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM dari ruang perawatan RS Ortopedi Kartasura Kamis (1/10/2026).
Seketika motor yang dikendarainya tertahan kabel dan terpental, sementara Sumiatun terlempar hingga terseret beberapa meter di jalanan. Akibat benturan keras tersebut, tulang kaki kanan Sumiatun mengalami patah remuk.
”Saya dari arah timur ke barat, sedangkan saya terlempar ke arah barat. Kaki kanan saya patah remuk, bagian dalam menonjol keluar. Setelah itu saya sudah tidak ingat lagi,” tuturnya.
Sumiatun menyebutkan, kondisi kabel jaringan di kawasan Karangtalun dan sekitarnya memang terbilang sangat semrawut. Sebelum kejadian yang menimpanya, ia mendengar warga sekitar sering mengeluhkan kabel-kabel liar yang menjuntai hingga membahayakan pengguna jalan.
Pihak keluarga korban telah melaporkan kejadian ini ke Polsek setempat untuk mengusut pemilik atau penyedia jasa layanan internet (ISP) yang bertanggung jawab atas kabel liar tersebut. Namun hingga saat ini, belum ada pihak vendor atau pemilik kabel yang menyatakan bertanggung jawab.
Akibat musibah ini, aktivitas Sumiatun sehari-hari sebagai penjahit terhenti total. Selain mengganggu perekonomian keluarga, ia juga tidak bisa lagi mengantar dan menjemput anaknya sekolah.
”Saya berharap keberadaan kabel-kabel semrawut ini segera ditertibkan dan diurus oleh pihak terkait, jangan sampai ada korban jiwa atau korban lainnya lagi. Saat ini fokus saya yang penting bisa sembuh dulu,” pungkasnya. Huri Yanto
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














